Social Links
AMRI | BISNIS UNTUK MEMBEBASKAN MANUSIA (Bagian 1)
19038
post-template-default,single,single-post,postid-19038,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

BISNIS UNTUK MEMBEBASKAN MANUSIA (Bagian 1)

Oleh : Nasruloh *)

Darah Rasulullah saw mengalir pada sosok ini. Allah telah memberikan kelapangan dan curahan rezeki yang berlimpah ruah padanya. Perdagangannya untung besar. Pertaniannya berkembang pesat. Kebaikannya berlimpah, begitu pula hartanya.

Namun sosok ini tidak pernah takabur dan sombong. Kekayaannya digunakan untuk meraih kemenangan akhirat. Karena sebaik-baik kekayaan ditangan orang yang shalih.

Amalan yang sangat luar biasa dari sosok ini adalah bersedekah dengan cara sembunyi-sembunyi. Setiap malam sosok ini mengitari 100 rumah di Madinah. Saat seluruh orang terlelap tidur. Dia bangun dari pembaringannya. Memanggul berkarung-karung gandum di atas punggungnya.

Mencari orang miskin yang memiliki harga diri. Mencari orang yang membutuhkan tetapi tidak pernah meminta. Di taruhnya masing-masing gandum di setiap rumah.

Para penduduk Madinah tidak pernah tahu siapa yang memberi gandum tersebut. Tak pernah tahu asal muasal sumber rezeki tersebut.

Tokoh ini masih misteri hingga sosok ini meninggal dunia. Saat sosok ini meninggal dunia. Saat sosok ini dimandikan. Terlihat bekas-bekas hitam di punggungnya.

Sejak sosok ini meninggal tidak ada lagi gandum yang tergeletak di depan pintu rumah-rumah miskin di Madinah. Siapakah dia ?

Sosok ini keturunan Rasulullah saw. Darah pebisnis Rasulullah saw dan Siti Khadijah mengalir deras pada sosok ini. Namun bisnisnya untuk membebaskan manusia dari kemiskinan. Memuliakan manusia dengan hartanya. Bukan memuliakan dirinya.

Tokoh ini masih misteri karena akan diceritakan cara beliau membebaskan manusia dari berbagai belenggu dari bisnisnya.

(Bersambung)

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar

Referensi:
Para Tabiin, Dr Abdurrahman Ra’fat al Basya, Penerbit Darul Haq, September 2017

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment