Social Links
AMRI | BISNIS TANPA POLA (TERATUR TERHADAP KETIDAKTERATURAN)
18613
post-template-default,single,single-post,postid-18613,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

BISNIS TANPA POLA (TERATUR TERHADAP KETIDAKTERATURAN)

Oleh: Anang Sujana *)

Selain tidak fokus terhadap ketidakfokusan, Saya juga menjalankan bisnis tanpa pola atau “teratur terhadap ketidakteraturan” (acak-acakan) atau kalaupun ingin dipolakan maka bentuknya “zig-zag” tidak selalu lurus karena kadang dalam situasi tertentu mudah berubah cara…

Apa sih bisnis tanpa pola itu? Artinya, ya berbisnis suka-suka kita haha…
Berbisnis tanpa pola punya kelebihannya tidak gampang ditiru kompetitor… Selain itu, bisnis tanpa pola juga membuat Saya bergerak bebas dan bisa mencoba apa saja… Saya memang tdk banyak rencana (pola), apa lagi harus runut, 1,2,3,4 karena ternyata, jika dibatasi dg pola, otak justru tidak berkembang…

Ada yg menganggap kelemahan bisnis tanpa pola ini adalah sulit menentukan berapa target yg harus dicapai… Buat Saya, justru lebih mudah mencapai target tanpa harus memiliki pola tertentu… Kenapa? Karena bisnis tanpa pola ini akan membuat kita berbeda dari orang lain (sulit ditiru)…

Dunia usaha yg cepat berubah seringkali membuat pola yg sudah kita buat menjadi kacau…
Nah, kekacauan akibat perubahan rencana ini kerap kali membuat kita kesal bahkan kecewa… Padahal, perubahan yg cepat terjadi didunia usaha ini merupakan salah satu ciri dan mutlak adanya…

Itulah yg membuat saya tidak pernah membuat langkah-langkah yg terlalu detail…

Begitupun dalam mencapai tujuan tertentu, Saya sadar apa yg didapatkan belum tentu sesuai dengan apa yg di cita-citakan awal…

Misalnya saja, saya berencana pergi ke Jogjakarta untuk mencari sesuatu, dalam perjalanannya ternyata saya sudah menemukan apa yg saya cari di kota Cirebon, bahkan lebih bagus dari apa yg Saya harapkan…

Maka, Saya akan berhenti di Cirebon dan tidak meneruskan perjalanan ke Jogjakarta…

Hal tersebut akan berbeda dengan orang yg konsentrasi terhadap cita-cita… Karena cita-cita dan tujuannya ke Jogja, walaupun dia sudah mendapatkan apa yg dia inginkan di Cirebon, dia akan tetap ke Jogjakarta…
Buat Saya yg seperti itupun tidak masalah karena setiap orang bisa sukses dengan caranya masing-masing…

Pola pergerakan bisnis yg sangat dinamis, membuat kita harus siap dengan segala situasi…

Bisnis tanpa pola membutuhkan ketajaman dan spontanitas… Dalam bisnis kedua sifat tersebut memang sulit diajarkan, tapi bisa ditularkan….

Sukses untuk semua
Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI

Tags:
DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment