Social Links
AMRI | sosmed, sosial media, ritel, ritelnews
sosmed, sosial media, ritel, ritelnews
sosmed, sosial media, ritel, ritelnews
18157
post-template-default,single,single-post,postid-18157,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

BERIKLAN DI MEDIA SOSIAL

Oleh : Cucu SaepulohCinta adalah seorang penjual Hijab. Selama ini Cinta berjualan lewat pameran-pameran, dari pameran satu pindah lagi ke pameran yang lain. Karena masih sedikit ‘gaptek’ dengan dunia online, Cinta sering diejek sama teman-temannya yang sudah lincah berselancar jualan lewat online, seperti sering digaungkan oleh anak muda jaman NOW ” Go Online, atau kelar hidup loe”… duh, asa kesindir saya juga yang selama ini bisnisnya masih offline, sabar-sabar sambil terus nelan ludah sendiri, greget he he…

Karena tak tahan sering diejek teman-temannya, akhirnya diam-diam Cinta dengan operasi senyapnya mulai beriklan di media sosial, dalam hatinya bergumam ” Kalau loe bisa, gue juga pasti bisa”. Dengan emosi seperti itu akhirnya Cinta mulai memfoto hijab yang ia jual, lalu dia putuskan untuk mengiklankannya di semua media sosial.

Dengan agresifnya mulailah Cinta beriklan di semua media sosial, bagi yang pernah melihat film Ramboo ketika lagi membantai para vietkong dengan senjata otomatisnya…Dhuar… dhuar… dhuar… dhuar… apa yang dilakukan Si Cinta itu mirip-mirip lah dengan apa yang dilakukan Si Ramboo itu, he he…

Tahu kan apa yang terjadi selanjutnya? Teman-teman Cinta di media sosial pada tiarap semua, ada yang milih ngumpet di gua, ada yang milih masuk lubang semut, eh… ada yang bawa benteng takeshi, bahkan ada yang bawa pentungan. Yang bawa pentungan ini sebut saja namanya Doni. Doni adalah seorang mahasiswa masih jomblo pula, Doni bilang ” Heh! Cin… Maksud Loe apa nawarin hijab ke Gue, emangnya Loe nyuruh Gue pake hijab gituh, lebih baik Gue mabuk micin lah daripada Gue harus pakai hijab? ”

Jleb! Cinta hanya bisa minta maaf ke Doni. Akhirnya Cinta merenung, mengapa ya teman-teman saya di media sosial kok banyak yang tidak senang kepada iklan saya, apanya yang salah ya, padahal niat saya baik dan ingin menaikkan jumlah penjualan saya, kok respon teman-teman saya pada begitu… Itulah sekelumit kebingungan di benak Cinta.

Di tengah kebingungannya beruntunglah Cinta masih sadar tidak sampai makan micin atau minum obat nyamuk, dia sering scroll lihat-lihat iklan menarik yang berseliweran di media sosialnya. Sampai akhirnya dia ketemu seorang mastah marketing di salah satu Group komunitas bisnis yang baik hati yang mengenalkan tentang Inbound Marketing, seperti dapat pencerahan Si Cinta akhirnya ‘kepoin’ terus itu mastah… Siapakah mastah tersebut? ahiw, he he…

Setelah banyak belajar akhirnya Cinta jadi tahu bahwa beriklan di media sosial itu harus punya tujuan yang jelas, harus mengetahui siapa target pelanggannya, dan media apa yang cocok untuk di gunakan. Mulailah Cinta sekarang menyusun rencana iklan yang jelas, mengumpulkan data siapa saja target pelanggannya, bagaimana pola perilaku pelanggannya sampai ‘tetek bengek’ dia pelajari dan dia mulai action melakukan testing iklannya lalu mengukur hasilnya.

Cinta sekarang tentunya bukan Cinta yang dulu, bukan Cinta yang asal main hajar tak tentu arah dan tujuan yang jelas. Sekarang Cinta lebih Smart cara beriklannya seiring dengan berkembangnya bisnis hijabnya. Akhirnya kini banyak para jomblowan yang sering ‘kepoin’ Cinta, berharap bisa berlabuh di hati Cinta, termasuk Doni yang rela sekarang membeli hijab dari Cinta berharap bisa meluluhkan hati Si Cinta.

Salam ? Jari AMRI

*) Mentor Nasional AMRI

Suhu Wan MH
95ropi@gmail.com
No Comments

Post A Comment