17 Mar BERGURU PADA KONSUMEN
Mengingat masa lalu saat pertama kali berjualan. Mengendarai motor dengan sebuah kardus dibagian belakangnya yang berisi beberapa produk. Setelah sampai tujuan saya menggelar produk tersebut.
Mengharap banyak yang datang hari itu, tapi tak kunjung ada yang datang. Di siang hari di ujung rasa putus asa ada seseorang yang datang bertanya-tanya dan lalu membeli produk yang saya bawa, sambil memberikan saran.
Sarannya cukup sederhana tapi sejak saat itu usaha saya berubah. Sarannya, berupa order produk yang saya tak kenal produk tersebut. Dialah konsumen pertama yang membuka mata tentang produk apa saja yang harus di jual. Sejak saat itu produk lain ku penuhi dan konsumen adalah guru saya.
Saya yakin si konsumen tidak mengira setelah 10 tahun usaha saya telah berkembang seribu kali lipat lebih baik. Sejak saat itu saya berguru pada konsumen dan selama 5 tahun melakukan penelitian produk sendiri dengan menjadi penjual atau sales.
Kehidupan saat berguru kepada konsumen dan penelitian tentang produk adalah saat yang berdarah-darah. Kita tak mempertimbangkan apakah produk tersebut laku atau tidak, yang penting sediakan lalu di jual. Mengapa disebut berdarah-darah? Sebab selain ada resiko produk tak laku juga mengendarai motor ke pelosok-pelosok desa sungguh berbahaya. Beberapa kali saya kecelakaan.
Sejak takut resiko kematian di jalan, dikembangkan ritel dengan sebuah toko. Sebab hal ini tidak mewajibkan berkeliling berjualan. Justru konsumenlah yang datang ke toko. Produknya pun mulai berubah haluan ke produk massal. Lagi-lagi ini buah berguru kepada konsumen, tentang produk apa saja yang laris di ritel.
Setelah faham seluk beluk produk massal, saya tidak sia-siakan kesempatan ini untuk menkloning dengan memperbanyak toko ritel menjadi 4 cabang.
Saya ingat betul saran Pak Ciputra, pengusaha properti, tentang berapa lama seseorang dapat membuka cabang usahanya. Menurutnya cabang usaha dapat dibuka setelah 6 bulan. Ternyata saya dapat membuka toko cabang setiap 8 bulan.
Selamat belajar dari konsumen.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments