30 Jul BERBISNIS DENGAN TARGET HARIAN
Penulis: Nasruloh*)
Hammad bin Salamah seorang ulama yang menurut pakar sejarah, salah satu tokoh yang memodifikasi sejarah Islam menjadi satu rangkaian lengkap. Dia pun salah satu tokoh ulama hadist yang terpercaya.
Dia tidak mau berinteraksi dekat dengan penguasa. Bahkan untuk dirinya sendiri cendrung melarangnya. Namun pada sisi lain, dia pun menolak pemberian hadiah dari orang yang belajar kepadanya. Darimana penghidupannya?
Pernah dalam sebuah kisah, seorang pebisnis pergi ke Cina. Pulang dari Cina, pebisnis ini ingin belajar hadist dan memberikan hadiah. Maka Hammad bin Salamah berkata, “Jika aku menerima hadiah pemberianmu maka akan tidak akan bercerita hadist lagi.”
Hammad bin Salamah memiliki dua bisnis. Yaitu bisnis benih dan pakaian. Untuk bisnis pakaian, Hammad bin Salamah memiliki target harian. Bila belum mencapai target maka toko pakaiannya tetap buka. Bila sudah mencapai target maka tokonya ditutup.
Apa target hariannya? Tokonya menghasilkan profit untuk memenuhi kebutuhannya di hari itu. Bila seseorang dermawan seperti Ibnu Mubarak dan Zainal Abidin. Berapa keuntungan perhari untuk berinfak ? Zainal Abidin setiap malam memberikan makanan untuk 100 kepala keluarga?
Suwar bin Abdillah Al-Anbari berkata, “Ayahku becerita kepada kami, “Pada suatu hari aku datang kepada Hammad di pasarnya tempat dia berjualan. Jika dia sudah mendapat untung dari penjualan kainnya, maka dia tidak menjual kainnya lagi, aku menyangka dia telah mendapatkan nafkah untuk hari itu.”
Hammad bin Salamah lebih mengandalkan bisnisnya dalam mengidupi aktifitas dakwah dan keilmuannya, dengan menargetkan profit per hari dari bisnisnya.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Referensi:
60 Biografi Ulama Salaf, Syaikh Ahmad Farid, Pustaka Kautsar, Januari 2008
No Comments