Social Links
AMRI | BERANI RUGI DEMI PELANGGAN (Bagian 2-Habis)
19052
post-template-default,single,single-post,postid-19052,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

BERANI RUGI DEMI PELANGGAN (Bagian 2-Habis)

Oleh : Nasruloh*)

Ayah Ibnu Sirin seorang tukang besi yang mahir dan pandai dalam membuat panci. Dari ayahnya dia belajar berdagang. Prinsipnya berbisnis yang halal, jujur dan amanah apapun resikonya.

Dalam rangka mengembangkan bisnisnya. Ibnu Sirin membeli minyak dengan harga empat puluh ribu dirham secara hutang. Tiba-tiba dalam tempat minyaknya terdapat tikus mati. Lalu dia berkata, “Sebenarnya tikus itu berada di penggilingannya kemudian jatuh dan menimpa minyak.”

Lalu dia berkata dalam hatinya, “Sesungguhnya minyak ini semuanya tadinya adalah di dalam satu tempat, dan najisnya bukan hanya mengenai tempat ini. Tetapi bila aku kembalikan minyaknya pada penjual dengan adanya cacat tadi, barang kali dia akan menjualnya kepada orang lain.”

Kemudian dia membuang minyak itu semua. Dengan kejadian ini dia menanggung kerugian yang besar akhirnya terlilit hutang. Ketika pemilik minyak menagihnya, dia tak sanggup membayarnya. Perkara ini dilaporkan ke Gubernur. Gubernur menyuruh supaya Ibnu Sirin di penjara sampai dia melunasi hutangnya.

Di bilik penjara Ibnu Sirin mengintropeksi diri. Dia berkata, “Aku pernah mencaci seseorang 30 tahun yang lalu, aku yakin bahwa aku sekarang mendapat hukuman Allah karena perbuatan itu.”

Orang-orang mengatakan bahwa dia mencaci seseorang dengan mengatakan, “Anda miskin.” hingga akhirnya dia mendapatkan cobaan.

Demi menjaga kualitas, Ibnu Sirin harus rela menanggung kerugian hingga dipenjara.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar

Sumber :
1. 60 Biograf Ulama Salaf, Syaikh Ahmad Farid, Pustaka Kautsar, Februari 2008
2. Para Tabiin, Dr Abdurrahman Ra’fat al Basya, Darul Haq, September 2017

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment