15 Jun BAGAIMANA MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL DENGKUL (SEMINAR ON AIR, 14 JUNI 2017)
Saya mulai dari saat saya memulai bisnis dengan kios, dengan nama TOKO NADA pada Bulan Juni tahun 2000 di Cikarang Bekasi. Walaupun kios namun namanya saya buat Toko:grinning:, sekecil apapun tidak ada masalah…ukuran hanya 3 X 6 meter dan terbuat dari kayu/triplek di pasar perumahan cikarang Baru, yang disebut PASSIMAL (pasar siang malam), Nada adalah nama anak saya yang pertama
anak sudah mulai besar…harus punya kamar sendiri,…ambil lagi tabungan…habis lagi.
35 juta itu diperoleh dari banyak sumber…karena jika dari 1 sumber tidak ada yang percaya kepada saya saat itu:grinning:
yang paling gampang pinjam dari saudara (kakak/adik)….ini tidak perlu jaminan…pokoknya hanya kepercayaan.
selain pinjaman pada keluarga saya juga pinjam kepada isteri, yakni perhiasan isteri yang hanya dipakai saat ada kondangan dan disimpan di laci, saya bilang dari pada di laci mendingan kita sekolahkan perhiasannya…agar jadi pintar:grinning:
yang ketiga pinjam dari kantor…ingat saya masih karyawan, pinjam dari kantor dan dicicil selama 1 tahun….
yang ke-5 saya pinjam dari BRI sebesar Rp 5 juta dengan menggadaikan sk pensiun ibu saya (almarhum bapak saya dulu pns)
hampir tidak ada uang sendiri…kan tabungan habis melulu:grinning:tetapi setelah kios berjalan saya selalu menggunakan gaji pada awal bulan…kan walaupun tidak bertahan sampai akhir bulan namun tidak habis di tanggal 1 kan? makanya dipakai dulu pada awal bulan untuk beli barang dagangan…nanti untuk belanja diambil setiap hari. pokoknya setiap awal bulan barang di kios saya banyak….pada akhir bulan menyusut..:grinning:tetapi bukan hanya mencari modalnya, yang penting adalah bagaimana setelah toko itu buka….saat buka saya menggunakan brosur yang difotocopy sendiri….dan saya sebar…Alhamdulillah hari pertama buka omsetnya rp 250 ribu, sudah bagus untuk ukuran kios sebesar itu, dan sudah untung
kenapa bukan pada bulan yang lain?
ajaran baru, masuk sekolah … kebutuhan sekolah
Benar sekali Bang Cahyo…pada bulan Juli adalah puncak tahun ajaran…sehingga saya buka Juni (1 bulan sebelum puncak) itu sangat strategis…jika bulan juli baru dibuka malah telat (orang banyak yang tidak tahu), jika saya buka bulan maret….mungkin selama berapa bulan tidak akan ramai….namun dg bulan juni dibuka, kemudian langsung ramai (puncak TAB) membuat saya menjadi semangat. intinya bukalah jika bisnis/toko kita itu ada saat puncaknya….1 bulan sebelumnya, itu akan sangat bagus….
toko ke-2 ini 1 tahun setelah toko ke-1
langkah pertama saya mecari toko (lebih tepatnya masih kios ukuran 4 x 8 meter)….dan ditawarkan seharga Rp 12 juta oleh pemiliknya. Jika Rp 12 juta biasanya kita tawar berapa?
jadi boleh menawar Rp 12 juta, menawar lebih tinggi:grinning::grinning::grinning:saya bilang saya sewa lebih tinggi tetapi bayarnya 1 juta sebulan, Bapak bersedia?….dia mikir2…lumayan juga deh untuk belanja dapur Rp 1 juta/per bulan:grinning::grinning::grinning:Jadi silahkan boleh kok menawar itu jadi naik, tidak melulu harus turun:grinning::grinning:, namun tetap pakai perjanjian (saat itu sederhana cuma kuitansi, namun ditulis masa sewa dan cara bayarnya)…jadi relatif lebih aman dari pada hanya bulanansaya mau bertanya, jika Bang dan Non menyewa toko, setiap tahun atau berapa tahun (saat perpanjangan), harga sewa selau naik kan? pernah tidak tawar menawar dengan harga sewa menjadi turun?
ini kejadian nyata tapi di batam (itupun di daerah tertentu) karena di batam saat itu over supplay, ada aturan dari otorita tanah yang kosong dipinggir jalan tertentu tidak dibangun maka akan diambil oleh otorita batam, makanya yg punya tanah membangun ruko…banyak sekali ruko yang kosong. Teman saya menyewa dan bercerita pada saya…saat pertama kali menyewa harganya 30 juta/pertahun, saat perpanjangan nego sewa turun (jika tidak mau dia akan sewa toko disebelahnya), jadi 25 juta….tahun berikutnya turun lagi 22,5 juta:grinning::grinning: tapi ini kasus langka ya
ya sudah itu intermezzo tapi kisah nyata:grinning:. saya lanjutkan lagi kenapa bisa 2 juta bisa memulai toko ke-2. siap?
saya renovasi hanya mengecat toko Rp 5 ribu, beli 3 etalase bekas (di tukang madura) Rp 500 ribu. total habis uang rp 2 juta…itulah modal saya untuk toko ke-2
pasti grosir bilang,”nggak boleh, mana ada tempo pembayaran 2 bulan”.
Namun jika saya bilang beginit,”saya baru buka toko ke-2, hutang saya tetap 1 bulan…tetapi belanja saya jadi nambah ya?”
grosir menjawab,”boleh, silahkan”
penambahan jumlah hutang (belanja) karena omset naik, buka cabang baru…maka akan dibolehkan….dan saya tinggal faktor kali…buka 1 cabang tinggal kali 2 (jika omset sama), buka 2 cabang tinggal kali 3 dst. faham Bang dan Non?
hebat Bang Wakhidin langsung menjawab dengan tepat:+1::+1::+1:
kita jeda iklan 5 menit dulu ya (kan sudah 46 menit), nanti tolong bang wakhidin jelaskan kenapa mengotrol hutang dengan ITO:grinning:. setelah itu saya akan melanjutkan buka toko yang ke-3 masih dengan modal dengkul…kali ini tokonya bukan sewa….tetapi malah saya beli tanah dan bangun sendiri
Mujahid Khoir:
Pertanyaan berikutnya apa ada grosir yang mau ngasih hutang 1 bulan ya? Khususnya sembako
Suhu Wan MH:
pertanyaan Bang Mujahid juga menyangkut ITO:grinning:, nanti setelah iklan dijelaskan
Sambil iklan Bang Wahidin bisa jelaskan hubungan antar hutang supplier dengan ITO?
ok saya lanjut toko ke-3, PR bagi bang Wakhidin menjelaskan masalah hutang dan ITO nanti setelah 40 menit ke-2:grinning:
setelah berhasil membuka 2 toko dengan modal dengkul (modal yang sangat minim, nyaris nol) saya melanjutkan di toko ke3
Didit Hartadi:
Bantu jelasin sja suhu sejauh pengetahuan sy utk hub hutang supliyer dgn ITO.
Kl kita asal hutang dagang tnpa kontrol dgn ITO itu sangat berbahaya kteika wktu jatuh temponya, kita hrus lunasi tagihan dan stoknya masih sisa banyak, dan akhirnya uang yg ada masuk ke tagihan itu.
Suhu Wan MH:
:+1::+1: ITO 30 hari itu artinya stok 30 juta, omset 1 juta….andaikata…andaikata selama 30 hari barang tidak diisi dan omset tetap bertahan 1 juta sehari (ini cuma untuk hitugan di atas kertas, mustahil bisa bertahan jika barang tidak diisi)….maka 30 hari barang itu habis….nah jika tempo hutang 30 hari tidak akan masalah toh barangnya sudah terjual. pertanyaan Bang Mujahid tadi, untuk sembako tempo hanya 15 hari…tidak masalah asal ITO nya juga 15 hari atau lebih cepat
saat itu saya melihat ada sebidang tanah tidak jauh dari rumah saya di perumahan cikarang baru seluas 120 meter2 di hook dan lokasinya sangat bagus, saya datangi develover dan bertanya berapa harga tanah itu? saat disebutkan saya tidak punya uang untuk membeli tanah (uang yang ada cuma modal di 2 toko yang berputar)
namun harus bayar DP dulu 30%, sisanya baru dicicil..dan DP dinego ternyata bisa dicicil 4 bulan….oh jadinya cicilan bukan 12 bulan…melainkan 16 bulan:grinning:, sekitar 4 juta per bulan…lebih rendah…
saat membayar tanda jadi Rp 750 ribu….dan diminta paling lama 1 bulan saya harus bayar DP cicilan 1 sebesar 4 juta….saya minta waktu agar dimulai 2 bulan kemudian….dengan alasan uang saya baru keluar 2 bulan lagi….awalnya marketing tida mau….namun setelah saya bujuk dan mungkin juga dia berpikir komisi penjualannya jadi hilang….akhirnya disetujui bayar cicilan pertama jadi 2 bulan kemudian….Alhamdulillah total jenderal jadi 18 bulan:grinning::grinning::grinning: lunasnya karena…pembayaran beberapa kali mundur lunas baru 24 bulan kemudian:grinning::grinning::grinning:saat kasih Dp cicilan 1 saya tanya pada develover,”Boleh nggak tanahnya langsung saya bangun?” jawaban develover,”tidak boleh menurut aturan, tetapi jika Bapak mau membangun silahkan, namun jika nanti cicilan terputus ditengah jalan maka risiko bangunan harus dibongkar”:grinning:ya sudah tidak apa-apa pikir saya, saya ambil risikonya. akhirnya mulailah saya merancang untuk membangun sebuah toko diatas tanah seukuran 120 meter2 tersebut…saya merencanakan membangun 1 lantai dengan ukuran 12 x 8 meter (96 meter2)….tetapi saya tahu pasti harganya akan mahal….saya tidak ada uangnya…..akhirnya saya rencanakan membangun bertahap setengahnya dulu….eh sama saja saya juga tidak ada uangnya….ahirnya karena membangun semua saya pusing tidak ada uang….membangun setengahnya juga pusing tidak ada uang…..akhirnya saya bangun semua saja….kan pusingnya sama:grinning:, besar pusing…kecil pusing…ya sudah besar saja…sekalian pusing:grinning::grinning: toko-1 dan ke-2 sewa. yg ketiga ini baru sendiriYang paling penting adalah….begitu mentok karena tidak punya uang…dari sejak dahulu saya tidak pernah berhenti…ini bedanya dengan orang kebanyakan….begitu mentok karena tidak punya modal mereka berhenti….JANGAN SAMPAI APA YANG TIDAK BISA KITA LAKUKAN MEMBATASI APA YANG BISA KITA LAKUKAN. Saya mendatangi pemborong (kontraktor kecil-kecilan) untuk meminta menghitung berapa harga/upah tukang jika membangun toko seluas 96 meter2…dan meminta harga ini kan belum perlu keluar uang (memang saya tidak punya uang:grinning:)setelah hitungannya keluar saya kaget…..nilainya besar sekali dan uangmya saya tidak ada. saya mau menawar juga bingung…karena saya belum pernah punya pengalaman membangun apapun….jadi tidak tahu apa yang harus ditawarahirnya saya meminta pemborong ke-2 untuk memberi harga…nah dari 2 hitungan ini barulah saya bisa membandingkan dan menawar kepada ke-2 nya. belum puas saya minta pada pemborong yang ke-3 akhirnya dari ke-3 itu dapat harga yang termurah…..tetapi…..saya tetap tidak ada uangnya:grinning::grinning::grinning:ini sudah mau sessi tanya jawab, kita lanjut dahulu?:grinning::grinning:
prinsip SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG SURUT KEBELAKANG sudah saya anut sejak dahulu kala, jika cara A belum bisa, akan saya pakai cara B, saya lanjut..
saya memanggil Mas Kalim (alhmarhum) seorang tukang biasa yang belasan tahun menjadi langganan keluarga besar isteri saya….(keluarga besar umumnya pedagang jadi sering bangun toko, renovasi, buat ruamh dsb)…
saya bilang pada beliau,”Mas Kalim tolong hitung saya mau bangun toko seluas 95 meter2, buat harga yang paling murah…jika bisa semurahnya (cuma 1 lantai)…pokoknya 1 saja syaratnya…jangan sampai karena saking murahnya, begitu toko jadi dan pelanggan belanja tokonya ambruk:grinning:“.
Mas kalim menghitung…dan begitu angkanya keluar harganya jauh lebih murah dari hitungan sebelumnya (termurah dari 3 pemborong) yang ada…..namun tetap saya tidak punya uang:grinning:
akhirnya saya berkata pada mas kalim.”Maaf Mas Kalim saya sebenarnya tidak punya uang”
“yah…kamu wan,,,,kenapa tidak bilang dari awal jika tidak punya uang?”
“jika saya bilang dari awal pasti mas kalim tidak mau menghitung kan?:grinning: sekarang saya mau minta saran dari mas kalim bagaimana caranya agar toko saya bisa berdiri?”
jalan keluar yang kita butuhkan bisa dari siapa saja
“Begini wan, kamu kan suda punya 2 toko, bisa nggak toko kamu mengeluarkan uang perhari Rpo 120 ribu” tanya mas kalim
“untuk apa Mas” tanya saya
“untuk bayar upah 3 orang tukang”
“terus untuk bayar mas kalim sebagai pemborong bagaimana?” tanya saya lagi
“gampanglah….kita kan sudah seperti saudara, nanti saja saya dibayar setelah tokonya jadi”
“saya bisa mengeluarkan 120 ribu per hari asal tokonya jadi selama 1 bulan…jika lama2 habis nanti barang di toko nada” jawab saya
“emang bangunan 96 meter2 kamu kira gampang wan? mana bisa 1 bulan” sanggah mas kalim
“kan nanti bangunan itu bentuknya hanya spt hurup L, dua muka kan pakai folding gate….hanya 2 dinding dikasih tutup apa susahnya sih Mas?:grinning:” saya debat
“wan kamu emang pernah bangun ruko? kok pintaran kamu dari saya” jawab mas kalim
singkat cerita ruko itu jadi selama 40 hari. bahan bangunan saya hutang pada toko material (teman saya) janji pembayaran 2 bulan akhirnya lunas 3 bulan:grinning:. toko belum selesai barang-barang berdatangan sebagian besar dg hutang….ahirnya toko buka dan mampu membayar sisa upah tukang, upah mas kalim, bahan material….seminar2 berikutnya saya akan ceita lebih lengkap. karena ketebatasa waktu saya cukupkan disini dulu….silah kan sekarang sessi tanya jawab
Miwan Toniko:
Tanya bang wan :point_up:🙂
Omset berapa perhari toko pertama hingga buka toko kedua??
Kalau saya jd suhu, rasanya yg sulit mencari karyawan yg pas kalau buka toko baru, gimana cara monitor penjualannya, apa tidak takut di tipu??
Suhu Wan MH:
pertanyaan yang komplit:grinning::grinning: toko ke-1 omset tertinggi pernah 60 juta sebulan, toko ke-2 hanya sekitar 20 juta sebulan, toko ke-3 pernah diatas 60 juta sebulan
seminar hari ini belum komplit….ini hanya membahas ttg modal dengkul, pertanyaan berikutnya adalah;
1. bagaimana bisa yakin omset dan profit akan bisa menutup hutang/cicilan yang ada?
2. bagaimana bisa membangun cabang dan hanya menyerahkan pada karyawan saja?
3. apa tidak takut andaikata omset yang diperkirakan tidak tercapai sementara hutang sudah spt menjerah leher?benar tidak pertanyaan ini masih belum terjawab Bang dan Non?:grinning:
3 pertanyaan besar ini jawabanya adalah memahami ITO dengan baik, membangun sistem sehingga bisnis bisa jalan tanpa kehadiran kita, bagaimana menguasai formula, hitung2an dasar dalam investasi di bisnis ritel dll…..sebenarnya sebagian besar ada di materi yang saya tulis selama ini (termasuk yang akan terus ditulis)….silah kan seluruh materi itu ada di WEB AMRI…. ritelnews.com
disitu tinggal dibaca saja…memang untuk membaca semua disarankan menjadi member premium (jika tidak hanya bisa membaca sebagian kecil:grinning:), untuk menjadi member premium itu ada memang biaya yang dikelurkan yakni 200 ribu/tahun, namun dana itu bukan untuk saya, 100% adalah untuk AMRI, salah satu pendanaan agar AMRI membesar dan memberi manfaat bagi kita semua dan banyak umat. silahkan untuk membaca.
Sigit Sadono:
Tanya dong bang…
Lebih penting mana ya Omset yg besar apa profit
Apa profit yg besar
Untuk awal mulai buka toko
Suhu Wan MH:
agak susah juga jawabnya Bang, jika omset besar profit tidak ada ya percuma, jika omset kecil walaupun profit ya kecil juga….yang bagus itu omset besar dan profit besar:grinning::grinning: tetapi saran saya ambil di tengahnya…tetap diupayakan omset besar (ada promo diskon dll yg otomatis mengurangi profit) namun tetap profit harus ada agar bisa hidup
Ita Suwita:
Alhamdulillah setelah saya dapat amunisi dari suhu Wan….saya nekat jebol kamar anak saya untuk meluaskan toko biar bisa dagang barang lebih banyak ….semula saya buka toko sembako di bekas garasi ukuran 4×5 omzet per hari 200 sampai 250 rb per hari, setelah saya jebol kamar anak Alhamdulillah sekarang perhari bisa sekitar 750rb…kira kira kalau habis lebaran saya jebol juga ruang tamu biar toko tambah luas berani tidak suhu….karena untuk lokasi yang saya dapat dari Suhu.harus ramai…sedang rumah saya ini ditengah tengah perumahan..tidak terlalu ramai….tapi orang perumahan kalau mau belanja agak jauh keluar dari perumahan….perumahan kami penghuni kira kira 90 kk, trima kasih banyak suhu :pray::pray:
Suhu Wan MH:
:+1::+1: hebat Non, dari 250 naik menjadi 750 itu sudah bagus. tetapi memang harus bertahap dan dihitung jika mau mejebol, saran saya coba dulu manfaatkan ruangan yang ada, pajangan dipadatkan lagi (menambah stok), jika perlu dari lantai sampai ke atap barang semua:grinning:, jika omset terus naik…barulah mikir2 mau menjebol
Wakhidin Alif:
Suhu mohon tanya..apabila ito di setiap toko tetap terjaga dengan baik,pembayaran ke suplier jg lancar dengan hutang toko.apakah ada peluang untuk buka toko berikutnya.terima kasih suhu wan.:pray::pray:
Suhu Wan MH:
Bisa Bang, asal lokasi toko berikutnya minimal lokasinya seramai toko sebelumnya…disinilah penting ilmu mencari lokasi yg strategis
saya dulu banyak sekali kekeliruan…..banyak yang meleset….tetapi saya tidak pernah menyerah…makanya kita harus belajar…selalu belajar…belajar dari pengalaman orang lain…saya berbagi di Web agar Bang dan Non bisa memulai dengan lebih mudah dan minim kesalahan yang tidak perlu
Web AMRI sudah berisi 300 ratus lebih artikel orisinil yang saya tulis dan akan terus menerus bertambah….
Intinya jangan pernah menyerah, jangan berhenti, teruslah berusaha, MODAL KITA BOLEH HANYA 10% DARI MODAL ORANG LAIN, NAMUN JIKA UPAYA (LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS, TERUS BELAJAR, BELAJAR DARI PENGALAMAN YANG SUDAH TERBUKTI) MAKA HASILNYA DIJAMIN SAMA….SEKALI LAGI DIJAMIN MINIMAL SAMA DENGAN ORANG YANG MODALNYA 10 KALI LIPAT DARI KITA
Baik jika komandan sudah bilang begitu, saya ucapkan terima kasih kepada semua Bang dan Non atas atensinya…semoga dapat bermanfaat bagi kita semua
akhir kata marilah kita semuanya saling mendoakan keberhasilan kita, 1 orang didoakan oleh 1700 orang hasilnya Insya Allah akan lebih baik dari pada hanya berdoa sendiri dan masing2. selamat malam,
Assalamualaikum
No Comments