17 Mar AYO MEMIKIRKAN PELANGGAN
Tentu kita paham dan menyadari jika di Indomaret dan Alfamart para kasirnya begitu sangat komunikatif dengan pelanggannya. Saat proses transaksi antara kata-kata yang dikeluarkan di semua kasir di semua outlet baku dan standart. Mulai dari memastikan jumlah, item belanjaan, sampai menawarkan program program yang menarik.
Saya memiliki pengalaman unik. Saya penyuka kopi. Tiap beli kopi dingin, saya lebih memilih Kopiko botol. Satu hari ada program beli Kopiko 3 botol dapat 1 botol Kratingdaeng.
Kebutuhan saya saat itu hanya 1 botol saja. Saya membatasi minuman Kratingdaeng. Cuma entah mengapa saat itu tiba-tiba saya ingin minum Kratingdaeng. Dan “klik“ Alfamart ada program beli minuman Kopiko kesukaan saya dan ada bonus GRATIS Kratingdaeng. Walhasil saya beli program itu. Apes atau Untung? Tergantung ya ha ha ha.
Setelah sukses menawari program, apakah kasir Alfamart berhenti menawarkan? Rupanya tidak. Sambil scan barcode mereka masih menawarkan produk. Dengan senyum manis kasirnya berkata, “Sudah isi pulsa pak?” Saya jawab, “Sudah.”
Selesai? Belum. Dia melanjutkan, “Pulsa listriknya sekalian pak?” Saya jawab, “Sudah.” Disini saya mencoba sedikit survei. Rupanya untuk tambahan program penawaran, Alfamart mengajarkan tim kasirnya tidak boleh lebih dari 3 penawaran. Apa anda pernah menghitungnya juga? kurang kerjaan ya ha ha.
Baiklah setelah selesai semua, si kasir menutupnya dengan menyebutkan jumlah uang kembalian. Dan mengucapkan salam terima kasih, dengan mengatup kedua belah tangan.
Sempurna.
Kesannya sepelekan ya? dan kita hampir rata-rata tidak peduli akan hal itu dan sering dianggap hal yang biasa atau lumrah.
Tapi tahukah Anda sebenarnya alam bawah sadar Anda merasakan sensasi yang lain. Dan ketika anda datang ke sebuah toko yang lain dengan pelayanan yang tidak seprima Alfamart tiba-tiba Anda kangen untuk belanja ke Alfamart lagi. Pernah mengalami rasa seperti ini kan?
Jadi masih ragu dengan soal layanan pembeli? eeeh salah pelanggan ! Ya …inilah pelajaran penting yang saya amati saya tiru dan saya modifikasi untuk klinik.
Menjadikan pembeli menjadi pelanggan !
Pembeli itu cuman sekali belinya.Tapi pelanggan itu belinya terus-terusan. Sampai disini jika Anda membaca tulisan saya pertama Anda pasti paham dimana saya memodifikasinya kan? Sampai pelanggan klinik ikhlas bawa makanan atau sekedar kue untuk tim medis kami.
Berbicara pengalaman berbelanja atau shopping experience seringkali kita sisihkan dan menjadi posisi terakhir fokus para pemilik usaha.
Rata-rata kita acuannya hanya pada “Harga murah Pasti Berjaya“ Apakah Anda ikut mazhab ini? he he. Asal harga murah, yakin dehh pelanggan pasti datang terus ke toko atau usaha kami. Ouww begitukah?
Custome Service. Layanan Pelanggan. Seberapa sering kita memikirkan soal ini? Gak ada waktu kan ya?
Kita lebih sering tiap meeting dengan team yang dibahas cuman progres penjualan, gross margin, stock berlebih, dead stock, over stock, piutang saja.
Gimana nih cara kita membuat program untuk dead stock ini?
Waahh ini over stock? Kemarin belinya kebanyakan. ITO nya gimana he he.
Itu pak Maryono ada hutang kemarin sudah dibayar belum?
Kalian ini gimana sich ….itu kalo duit gak muter, kalian mau saya gaji pakai apa? Sepertinya familiar ya dengan obrolan ini he he.
Semua tidak ada yang salah. Membahas semua itu hitungan hitungan itu. Karena memamg dalam kaidah retail. RETAIL is DETAIL. Perusahaan pun bisa kolaps jika hitungan meleset.
Cuman ada pertanyaan. Tak adakah waktu tersisa untuk memikirkan pelanggan Anda?
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI
No Comments