Social Links
AMRI | Alasan Ritel Fashion Harus Ekspansi Gerai Offline
20165
post-template-default,single,single-post,postid-20165,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Alasan Ritel Fashion Harus Ekspansi Gerai Offline

JAKARTA, Ritelnews.com – Pasar ritel segmen fashion kini bertumpu pada kaum milenial. Karena itu untuk meningkatkan penjualan, peritel fashion mesti peka terhadap perubahan perilaku generasi milenial dalam dunia fashion.

Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi , generasi milenial tak butuh brand terkenal dalam berpakaian. Prinsip kaum milenial dalam fashion adalah comfort use. Mereka lebih memilih pakaian yang nyaman dipakai, fashionable dan harga terjangkau.

Pelaku bisnis online sudah menyediakan semuanya. Startup yang ada saat ini banyak menjajakan pakaian yang fashionable dengan harga kompetitif. Namun kata Sutandi, itu saja tidak cukup. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kepuasan pelanggan.

Sutandi menerangkan, pelanggan akan lebih puas dan nyaman jika bisa melihat barangnya secara langsung dan mencoba pakaian sebelum membeli. Hal itu bisa didapat di gerai offline. Karena itu, Sutandi beranggapan startup harus ekspansi dengan membuka gerai offline.

“Kaum milenial lebih senang beli baju yang bisa dilihat fisiknya secara langsung dan bisa dicoba. Ini membuat mereka lebih percaya dan nyaman,” jelas Sutandi. Keuntungan yang didapat peritel fashion dengan membuka gerai offline, menurut Sutandi, adalah memperluas pasar dan menggairahkan ritel fashion.

Beberapa peritel fashion sudah menerapkan hal ini. Brand seperti This is April, Beatrice, Vondii, the Headline, Love and Flare, Panda box, dan Lovebonito, membuka gerai di mal. Memang, kata Sutandi, belum banyak yang membuka gerai di mal. “Trennya ke arah sana,” tegas Sutandi.

Membaca tren itu, Sutandi mengaku pihaknya memberikan ruang kepada pelaku bisnis online untuk membuka gerai di mal. Pentingnya gerai offline ini juga dirasakan brand Lois Jeans. Menurut Koordinator Lois Jeans Wilayah Jawa Timur Dyah Rudanti, lewat toko offline pihaknya bisa memberikan pelayanan maksimal ke konsumen.

Penulis: Reza Gautama
Editor: Tim Admin AMRI
Sumber: Jawapos.com

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment