10 Agu Akibat Listrik Padam Serentak, Pengusaha Retail Rugi Ratusan Miliar
Sektor yang ikut dirugikan akibat pemadaman listrik itu yakni sektor bisnis ritel modern, tak tanggung-tanggung kerugian ini ditaksir mencapai ratusan miliar.
Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) bahkan mengklaim kerugian yang diderita para anggotanya mencapai Rp 200 miliar.
“Termasuk barang dagangan yang rusak, mencair, belum termasuk biaya genset,” ujar Ketua Aprindo, Roy Nicholas Mandey seperti yang dikutip dari situs liputan6.com, Rabu (7/8/2018).
“Kami memprediksi Rp 200 miliar itu angka yang paling minim,” katanya melanjutkan.
Seperti diketahui, tidak hanya usaha retail saja yang dirugikan akibat pemadaman listrik serentak ini, kegiatan belajar mengajar para siswa pun terpaksa diliburkan. Namun terkait hal ini, Ombudsman perlu memverifikasi laporan dari masyarakat.
Selain itu, kerugian juga terjadi bagi transportasi masyarakat, yakni MRT, kondisi sempat terjadi gelap gulita, di Stasiun Mass Rapid (MRT) bawah tanah saat listrik padam, Minggu, 4 Agustus kemarin.
Akibatnya, moda raya terpadu itu pun mendadak berhenti beroperasi. Para penumpang juga terpaksa dievakuasi.
Bagi MRT, dampak listrik padam di Jakarta menyebabkan moda trasnportasi baru di Ibu Kota ini berpotensi kehilangan 52.800an penumpang di hari itu. Jika dikonversi ke rupiah, kerugian mencapai Rp 507 juta.
Dengan begitu, menyingkapi kerugian yang di derita 22 juta pelanggannya, PT PLN berkomitmen untuk menggantinya dan telah menyiapkan dana sebesar Rp 865 miliar. Kompensasi akan diberikan kepada pelanggan di tagihan bulan Agustus yang dibayarkan di bulan September.
Penulis : Rizki Aulia Rachman
Editor : Tim Mentor Nasional AMRI
No Comments