Social Links
AMRI | BAGAIMANA MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL DENGKUL (SEMINAR ON AIR, 14 JUNI 2017)
17646
post-template-default,single,single-post,postid-17646,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

BAGAIMANA MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL DENGKUL (SEMINAR ON AIR, 14 JUNI 2017)

Assalamualaikum, selamat malam Bang dan Non sekalian semoga kita semua diberi rahmat dan kesehatan selalu oleh Allah Yang Mahakuasa

Saya mulai dari saat saya memulai bisnis dengan kios, dengan nama TOKO NADA pada Bulan Juni tahun 2000 di Cikarang Bekasi. Walaupun kios namun namanya saya buat Toko:grinning:, sekecil apapun tidak ada masalah…ukuran hanya 3 X 6 meter dan terbuat dari kayu/triplek di pasar perumahan cikarang Baru, yang disebut PASSIMAL (pasar siang malam), Nada adalah nama anak saya yang pertama

Saat itu saya masih seorang karyawan dan Bang dan Non tahu, yang namanya karyawan itu hanya menerima gaji, dan pengeluaran selalu mengikuti pendapat…bahkan jika gaji diterima setiap tanggal 30 (akhir bulan)….tanggal berapa gaji itu habis? apakah 1 bulan baru habis?
apakah saya menabung setiap bulan?
ya saya menabung…tetapi sudah terkumpul selama 1 tahun eh lebaran tiba…pulang kampung…habis tabungan 1 tahun
nabung lagi…ada ponakan nikah di kampung, pulang lagi…habis lagi tabungannya:grinning:
nabung agak lama…belum punya rumah…ambil tabungan cuma untuk membayar DP, habis lagi tabungannya
nabung lagi, saat rumah mau ditempati…eh masih standar, harus direnovasi dahulu, ambil tabungan habis lagi

anak sudah mulai besar…harus punya kamar sendiri,…ambil lagi tabungan…habis lagi.

akhirnya saya memulai kios dengan cara meminjam uang sebesar Rp 35 juta
saya belum punya aset saat itu yang bisa dijaminkan ke bank, ya sudah pinjam sedapatnya…

35 juta itu diperoleh dari banyak sumber…karena jika dari 1 sumber tidak ada yang percaya kepada saya saat itu:grinning:
yang paling gampang pinjam dari saudara (kakak/adik)….ini tidak perlu jaminan…pokoknya hanya kepercayaan.
selain pinjaman pada keluarga saya juga pinjam kepada isteri, yakni perhiasan isteri yang hanya dipakai saat ada kondangan dan disimpan di laci, saya bilang dari pada di laci mendingan kita sekolahkan perhiasannya…agar jadi pintar:grinning:

yang ketiga pinjam dari kantor…ingat saya masih karyawan, pinjam dari kantor dan dicicil selama 1 tahun….

yang keempat saya mengambil KTA (kredit tanpa agunan), saat itu dari Standar charterd dan ABN amro Bang

yang ke-5 saya pinjam dari BRI sebesar Rp 5 juta dengan menggadaikan sk pensiun ibu saya (almarhum bapak saya dulu pns)

masih kurang….yang ke-6 dari kartu kredit….saya ambil 5 juta. akhirnya genaplah menjadi total 35 juta:grinning:
Pada saat itu jika saya berpikir pinjam pada 1 sumber sekaligus 35 juta kayaknya tidak mungkin….nah dengan banyak sumber akhirnya bisa. Andaikata Bang dan Non mau buka toko/bisnis butuh 200 juta…kayaknya sulit/tidak mungkin dg 1 sumber cobalah memikirkan dengan banyak sumber….jika dg banyak sumber kayaknya lebih masuk akal, setuju?
apakah langkah saya ini nekad kira-kira?:grinning::grinning:
hampir tidak ada uang sendiri…kan tabungan habis melulu:grinning:tetapi setelah kios berjalan saya selalu menggunakan gaji pada awal bulan…kan walaupun tidak bertahan sampai akhir bulan namun tidak habis di tanggal 1 kan? makanya dipakai dulu pada awal bulan untuk beli barang dagangan…nanti untuk belanja diambil setiap hari. pokoknya setiap awal bulan barang di kios saya banyak….pada akhir bulan menyusut..:grinning:tetapi bukan hanya mencari modalnya, yang penting adalah bagaimana setelah toko itu buka….saat buka saya menggunakan brosur yang difotocopy sendiri….dan saya sebar…Alhamdulillah hari pertama buka omsetnya rp 250 ribu, sudah bagus untuk ukuran kios sebesar itu, dan sudah untung
iya saya belum pakai ITO….tetapi jika beli barang saya sedikit-sedikit dahulu
ada yang tahu nggak kenapa saya memilih membuka kios (fotocopy dan atk) pada bulan Juni?
kenapa bukan pada bulan yang lain?
Cahyo Id:
ajaran baru, masuk sekolah … kebutuhan sekolah
Suhu Wan MH:
Benar sekali Bang Cahyo…pada bulan Juli adalah puncak tahun ajaran…sehingga saya buka Juni (1 bulan sebelum puncak) itu sangat strategis…jika bulan juli baru dibuka malah telat (orang banyak yang tidak tahu), jika saya buka bulan maret….mungkin selama berapa bulan tidak akan ramai….namun dg bulan juni dibuka, kemudian langsung ramai (puncak TAB) membuat saya menjadi semangat. intinya bukalah jika bisnis/toko kita itu ada saat puncaknya….1 bulan sebelumnya, itu akan sangat bagus….
Bulan Juni (sekali lagi bulan Juni) tahun 2001 saya buka cabang di toko yang ke-2….tahu berapa modal yang saya pakai di toko yang ke-2?….hanya Rp 2 juta !!! ya benar hanya Rp 2 juta, tidak lebih…..Bang dan Non percaya?:grinning::grinning::grinning:

toko ke-2 ini 1 tahun setelah toko ke-1

langkah pertama saya mecari toko (lebih tepatnya masih kios ukuran 4 x 8 meter)….dan ditawarkan seharga Rp 12 juta oleh pemiliknya. Jika Rp 12 juta biasanya kita tawar berapa?

maaf salah Bang, bukan 12 juta…tetapi ditawarkan Rp 10 juta per tahun, berapa saya tawar?
saya tidak menawar 8 juta, tidak menawar 6 juta…namun saya menawar Rp 12 juta, ya saya tawar Rp 12 juta lebih tinggi dari pada yang ditawarkan pemilik 10 juta:grinning::grinning:
jadi boleh menawar Rp 12 juta, menawar lebih tinggi:grinning::grinning::grinning:saya bilang saya sewa lebih tinggi tetapi bayarnya 1 juta sebulan, Bapak bersedia?….dia mikir2…lumayan juga deh untuk belanja dapur Rp 1 juta/per bulan:grinning::grinning::grinning:Jadi silahkan boleh kok menawar itu jadi naik, tidak melulu harus turun:grinning::grinning:, namun tetap pakai perjanjian (saat itu sederhana cuma kuitansi, namun ditulis masa sewa dan cara bayarnya)…jadi relatif lebih aman dari pada hanya bulanansaya mau bertanya, jika Bang dan Non menyewa toko, setiap tahun atau berapa tahun (saat perpanjangan), harga sewa selau naik kan? pernah tidak tawar menawar dengan harga sewa menjadi turun?
mau tidak jika sewa setiap perpanjangan menjadi turun kira2 ?
ini ilmu baru lagi nih:grinning:

ini kejadian nyata tapi di batam (itupun di daerah tertentu) karena di batam saat itu over supplay, ada aturan dari otorita tanah yang kosong dipinggir jalan tertentu tidak dibangun maka akan diambil oleh otorita batam, makanya yg punya tanah membangun ruko…banyak sekali ruko yang kosong. Teman saya menyewa dan bercerita pada saya…saat pertama kali menyewa harganya 30 juta/pertahun, saat perpanjangan nego sewa turun (jika tidak mau dia akan sewa toko disebelahnya), jadi 25 juta….tahun berikutnya turun lagi 22,5 juta:grinning::grinning: tapi ini kasus langka ya

ya sudah itu intermezzo tapi kisah nyata:grinning:. saya lanjutkan lagi kenapa bisa 2 juta bisa memulai toko ke-2. siap?

saya renovasi hanya mengecat toko Rp 5 ribu, beli 3 etalase bekas (di tukang madura) Rp 500 ribu. total habis uang rp 2 juta…itulah modal saya untuk toko ke-2

pasti Bang dan Non bertanya, stok barangnya?
sekitar 30% saya ambil dari toko pertama….ambil sedikit2…pulpen jika ada 3 lusin di toko ke-1 saya ambil 1 lusin…..begitu juga stok yang lain…boleh dibilang toko pertama saya bagi menjadi 2 toko….tetapi 70% tetap di toko ke-1. Walaupun begitu karena mengambilnya saya pakai perhitungan….relatif tidak terlalu berpengaruh pada omset toko ke-1….cuma belanja saja yang saya lebih sering. terus bagaimana cara mengisi barang yang 70% ditoko ke-2?
ada yang tahu kira2?
ini jadi point kunci untuk pengembangan toko saya berikutnya
toko nada itu yang ke-1 (tadi kan modalnya 35 juta :grinning:)
Benar Bang…saat toko pertama saya tidak bisa berhutang karena kan belum kenal dg grosir. tetapi di toko ke-2 saya kan sudah 1 tahun dg grosir dan toko ke-1 sebagian barangnya saya sudah hutang/tempo
Andaikata saya bilang begini, “saya kan diberi tempo pembayaran 1 bulan, boleh nggak temponya menjadi 2 bulan?”
pasti grosir bilang,”nggak boleh, mana ada tempo pembayaran 2 bulan”.
Namun jika saya bilang beginit,”saya baru buka toko ke-2, hutang saya tetap 1 bulan…tetapi belanja saya jadi nambah ya?”
grosir menjawab,”boleh, silahkan”
penambahan jumlah hutang (belanja) karena omset naik, buka cabang baru…maka akan dibolehkan….dan saya tinggal faktor kali…buka 1 cabang tinggal kali 2 (jika omset sama), buka 2 cabang tinggal kali 3 dst. faham Bang dan Non?
inilah pentingnya dalam belanja barang sebisa mungkin kita mendapatkan hutang…..jika tidak ditawarkan maka mintalah padanya….hutang dagang itu bagus….hutang produktif. asal dikontrol….dikontrol dengan apa? ada yang tahu?
jika bisa hutang semua barang kita maka setiap buka cabang kita tidak perlu keluar uang cash untuk stok barang. tinggal faktor kali

hebat Bang Wakhidin langsung menjawab dengan tepat:+1::+1::+1:

kita jeda iklan 5 menit dulu ya (kan sudah 46 menit), nanti tolong bang wakhidin jelaskan kenapa mengotrol hutang dengan ITO:grinning:. setelah itu saya akan melanjutkan buka toko yang ke-3 masih dengan modal dengkul…kali ini tokonya bukan sewa….tetapi malah saya beli tanah dan bangun sendiri

Mujahid Khoir:
Pertanyaan berikutnya apa ada grosir yang mau ngasih hutang 1 bulan ya? Khususnya sembako

Suhu Wan MH:
pertanyaan Bang Mujahid juga menyangkut ITO:grinning:, nanti setelah iklan dijelaskan

Sambil iklan Bang Wahidin bisa jelaskan hubungan antar hutang supplier dengan ITO?
ok saya lanjut toko ke-3, PR bagi bang Wakhidin menjelaskan masalah hutang dan ITO nanti setelah 40 menit ke-2:grinning:

setelah berhasil membuka 2 toko dengan modal dengkul (modal yang sangat minim, nyaris nol) saya melanjutkan di toko ke3

Didit Hartadi:
Bantu jelasin sja suhu sejauh pengetahuan sy utk hub hutang supliyer dgn ITO.
Kl kita asal hutang dagang tnpa kontrol dgn ITO itu sangat berbahaya kteika wktu jatuh temponya, kita hrus lunasi tagihan dan stoknya masih sisa banyak, dan akhirnya uang yg ada masuk ke tagihan itu.

Suhu Wan MH:
:+1::+1: ITO 30 hari itu artinya stok 30 juta, omset 1 juta….andaikata…andaikata selama 30 hari barang tidak diisi dan omset tetap bertahan 1 juta sehari (ini cuma untuk hitugan di atas kertas, mustahil bisa bertahan jika barang tidak diisi)….maka 30 hari barang itu habis….nah jika tempo hutang 30 hari tidak akan masalah toh barangnya sudah terjual. pertanyaan Bang Mujahid tadi, untuk sembako tempo hanya 15 hari…tidak masalah asal ITO nya juga 15 hari atau lebih cepat

ok saya lanjut cerita toko ke-3
saat itu saya melihat ada sebidang tanah tidak jauh dari rumah saya di perumahan cikarang baru seluas 120 meter2 di hook dan lokasinya sangat bagus, saya datangi develover dan bertanya berapa harga tanah itu? saat disebutkan saya tidak punya uang untuk membeli tanah (uang yang ada cuma modal di 2 toko yang berputar)
setelah ngobrol2 sama marketingnya ternyata tanah itu boleh dibeli dengan cash bertahap maksimal 12 bulan, harga cash sekitar 50 juta (saya lupa persisnya)…..70 juta dibagi 12 bulan 6 juta lebih…saya tidak sanggup mencicilnya
namun harus bayar DP dulu 30%, sisanya baru dicicil..dan DP dinego ternyata bisa dicicil 4 bulan….oh jadinya cicilan bukan 12 bulan…melainkan 16 bulan:grinning:, sekitar 4 juta per bulan…lebih rendah…
saat membayar tanda jadi Rp 750 ribu….dan diminta paling lama 1 bulan saya harus bayar DP cicilan 1 sebesar 4 juta….saya minta waktu agar dimulai 2 bulan kemudian….dengan alasan uang saya baru keluar 2 bulan lagi….awalnya marketing tida mau….namun setelah saya bujuk dan mungkin juga dia berpikir komisi penjualannya jadi hilang….akhirnya disetujui bayar cicilan pertama jadi 2 bulan kemudian….Alhamdulillah total jenderal jadi 18 bulan:grinning::grinning::grinning: lunasnya karena…pembayaran beberapa kali mundur lunas baru 24 bulan kemudian:grinning::grinning::grinning:saat kasih Dp cicilan 1 saya tanya pada develover,”Boleh nggak tanahnya langsung saya bangun?” jawaban develover,”tidak boleh menurut aturan, tetapi jika Bapak mau membangun silahkan, namun jika nanti cicilan terputus ditengah jalan maka risiko bangunan harus dibongkar”:grinning:ya sudah tidak apa-apa pikir saya, saya ambil risikonya. akhirnya mulailah saya merancang untuk membangun sebuah toko diatas tanah seukuran 120 meter2 tersebut…saya merencanakan membangun 1 lantai dengan ukuran 12 x 8 meter (96 meter2)….tetapi saya tahu pasti harganya akan mahal….saya tidak ada uangnya…..akhirnya saya rencanakan membangun bertahap setengahnya dulu….eh sama saja saya juga tidak ada uangnya….ahirnya karena membangun semua saya pusing tidak ada uang….membangun setengahnya juga pusing tidak ada uang…..akhirnya saya bangun semua saja….kan pusingnya sama:grinning:, besar pusing…kecil pusing…ya sudah besar saja…sekalian pusing:grinning::grinning: toko-1 dan ke-2 sewa. yg ketiga ini baru sendiriYang paling penting adalah….begitu mentok karena tidak punya uang…dari sejak dahulu saya tidak pernah berhenti…ini bedanya dengan orang kebanyakan….begitu mentok karena tidak punya modal mereka berhenti….JANGAN SAMPAI APA YANG TIDAK BISA KITA LAKUKAN MEMBATASI APA YANG BISA KITA LAKUKAN. Saya mendatangi pemborong (kontraktor kecil-kecilan) untuk meminta menghitung berapa harga/upah tukang jika membangun toko seluas 96 meter2…dan meminta harga ini kan belum perlu keluar uang (memang saya tidak punya uang:grinning:)setelah hitungannya keluar saya kaget…..nilainya besar sekali dan uangmya saya tidak ada. saya mau menawar juga bingung…karena saya belum pernah punya pengalaman membangun apapun….jadi tidak tahu apa yang harus ditawarahirnya saya meminta pemborong ke-2 untuk memberi harga…nah dari 2 hitungan ini barulah saya bisa membandingkan dan menawar kepada ke-2 nya. belum puas saya minta pada pemborong yang ke-3 akhirnya dari ke-3 itu dapat harga yang termurah…..tetapi…..saya tetap tidak ada uangnya:grinning::grinning::grinning:ini sudah mau sessi tanya jawab, kita lanjut dahulu?:grinning::grinning:

prinsip SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG SURUT KEBELAKANG sudah saya anut sejak dahulu kala, jika cara A belum bisa, akan saya pakai cara B, saya lanjut..

saya memanggil Mas Kalim (alhmarhum) seorang tukang biasa yang belasan tahun menjadi langganan keluarga besar isteri saya….(keluarga besar umumnya pedagang jadi sering bangun toko, renovasi, buat ruamh dsb)…

saya bilang pada beliau,”Mas Kalim tolong hitung saya mau bangun toko seluas 95 meter2, buat harga yang paling murah…jika bisa semurahnya (cuma 1 lantai)…pokoknya 1 saja syaratnya…jangan sampai karena saking murahnya, begitu toko jadi dan pelanggan belanja tokonya ambruk:grinning:“.

Mas kalim menghitung…dan begitu angkanya keluar harganya jauh lebih murah dari hitungan sebelumnya (termurah dari 3 pemborong) yang ada…..namun tetap saya tidak punya uang:grinning:
akhirnya saya berkata pada mas kalim.”Maaf Mas Kalim saya sebenarnya tidak punya uang”
“yah…kamu wan,,,,kenapa tidak bilang dari awal jika tidak punya uang?”
“jika saya bilang dari awal pasti mas kalim tidak mau menghitung kan?:grinning: sekarang saya mau minta saran dari mas kalim bagaimana caranya agar toko saya bisa berdiri?”
jalan keluar yang kita butuhkan bisa dari siapa saja
“Begini wan, kamu kan suda punya 2 toko, bisa nggak toko kamu mengeluarkan uang perhari Rpo 120 ribu” tanya mas kalim
“untuk apa Mas” tanya saya
“untuk bayar upah 3 orang tukang”
“terus untuk bayar mas kalim sebagai pemborong bagaimana?” tanya saya lagi
“gampanglah….kita kan sudah seperti saudara, nanti saja saya dibayar setelah tokonya jadi”
“saya bisa mengeluarkan 120 ribu per hari asal tokonya jadi selama 1 bulan…jika lama2 habis nanti barang di toko nada” jawab saya
“emang bangunan 96 meter2 kamu kira gampang wan? mana bisa 1 bulan” sanggah mas kalim
“kan nanti bangunan itu bentuknya hanya spt hurup L, dua muka kan pakai folding gate….hanya 2 dinding dikasih tutup apa susahnya sih Mas?:grinning:” saya debat
“wan kamu emang pernah bangun ruko? kok pintaran kamu dari saya” jawab mas kalim

singkat cerita ruko itu jadi selama 40 hari. bahan bangunan saya hutang pada toko material (teman saya) janji pembayaran 2 bulan akhirnya lunas 3 bulan:grinning:. toko belum selesai barang-barang berdatangan sebagian besar dg hutang….ahirnya toko buka dan mampu membayar sisa upah tukang, upah mas kalim, bahan material….seminar2 berikutnya saya akan ceita lebih lengkap. karena ketebatasa waktu saya cukupkan disini dulu….silah kan sekarang sessi tanya jawab

Miwan Toniko:
Tanya bang wan :point_up:🙂
Omset berapa perhari toko pertama hingga buka toko kedua??
Kalau saya jd suhu, rasanya yg sulit mencari karyawan yg pas kalau buka toko baru, gimana cara monitor penjualannya, apa tidak takut di tipu??

Suhu Wan MH:
pertanyaan yang komplit:grinning::grinning: toko ke-1 omset tertinggi pernah 60 juta sebulan, toko ke-2 hanya sekitar 20 juta sebulan, toko ke-3 pernah diatas 60 juta sebulan

seminar hari ini belum komplit….ini hanya membahas ttg modal dengkul, pertanyaan berikutnya adalah;
1. bagaimana bisa yakin omset dan profit akan bisa menutup hutang/cicilan yang ada?
2. bagaimana bisa membangun cabang dan hanya menyerahkan pada karyawan saja?
3. apa tidak takut andaikata omset yang diperkirakan tidak tercapai sementara hutang sudah spt menjerah leher?benar tidak pertanyaan ini masih belum terjawab Bang dan Non?:grinning:

3 pertanyaan besar ini jawabanya adalah memahami ITO dengan baik, membangun sistem sehingga bisnis bisa jalan tanpa kehadiran kita, bagaimana menguasai formula, hitung2an dasar dalam investasi di bisnis ritel dll…..sebenarnya sebagian besar ada di materi yang saya tulis selama ini (termasuk yang akan terus ditulis)….silah kan seluruh materi itu ada di WEB AMRI…. ritelnews.com
disitu tinggal dibaca saja…memang untuk membaca semua disarankan menjadi member premium (jika tidak hanya bisa membaca sebagian kecil:grinning:), untuk menjadi member premium itu ada memang biaya yang dikelurkan yakni 200 ribu/tahun, namun dana itu bukan untuk saya, 100% adalah untuk AMRI, salah satu pendanaan agar AMRI membesar dan memberi manfaat bagi kita semua dan banyak umat. silahkan untuk membaca.

Sigit Sadono:
Tanya dong bang…
Lebih penting mana ya Omset yg besar apa profit
Apa profit yg besar
Untuk awal mulai buka toko

Suhu Wan MH:
agak susah juga jawabnya Bang, jika omset besar profit tidak ada ya percuma, jika omset kecil walaupun profit ya kecil juga….yang bagus itu omset besar dan profit besar:grinning::grinning: tetapi saran saya ambil di tengahnya…tetap diupayakan omset besar (ada promo diskon dll yg otomatis mengurangi profit) namun tetap profit harus ada agar bisa hidup

Ita Suwita:
Alhamdulillah setelah saya dapat amunisi dari suhu Wan….saya nekat jebol kamar anak saya untuk meluaskan toko biar bisa dagang barang lebih banyak ….semula saya buka toko sembako di bekas garasi ukuran 4×5 omzet per hari 200 sampai 250 rb per hari, setelah saya jebol kamar anak Alhamdulillah sekarang perhari bisa sekitar 750rb…kira kira kalau habis lebaran saya jebol juga ruang tamu biar toko tambah luas berani tidak suhu….karena untuk lokasi yang saya dapat dari Suhu.harus ramai…sedang rumah saya ini ditengah tengah perumahan..tidak terlalu ramai….tapi orang perumahan kalau mau belanja agak jauh keluar dari perumahan….perumahan kami penghuni kira kira 90 kk, trima kasih banyak suhu :pray::pray:

Suhu Wan MH:
:+1::+1: hebat Non, dari 250 naik menjadi 750 itu sudah bagus. tetapi memang harus bertahap dan dihitung jika mau mejebol, saran saya coba dulu manfaatkan ruangan yang ada, pajangan dipadatkan lagi (menambah stok), jika perlu dari lantai sampai ke atap barang semua:grinning:, jika omset terus naik…barulah mikir2 mau menjebol

Wakhidin Alif:
Suhu mohon tanya..apabila ito di setiap toko tetap terjaga dengan baik,pembayaran ke suplier jg lancar dengan hutang toko.apakah ada peluang untuk buka toko berikutnya.terima kasih suhu wan.:pray::pray:

Suhu Wan MH:
Bisa Bang, asal lokasi toko berikutnya minimal lokasinya seramai toko sebelumnya…disinilah penting ilmu mencari lokasi yg strategis

saya dulu banyak sekali kekeliruan…..banyak yang meleset….tetapi saya tidak pernah menyerah…makanya kita harus belajar…selalu belajar…belajar dari pengalaman orang lain…saya berbagi di Web agar Bang dan Non bisa memulai dengan lebih mudah dan minim kesalahan yang tidak perlu
Web AMRI sudah berisi 300 ratus lebih artikel orisinil yang saya tulis dan akan terus menerus bertambah….
Intinya jangan pernah menyerah, jangan berhenti, teruslah berusaha, MODAL KITA BOLEH HANYA 10% DARI MODAL ORANG LAIN, NAMUN JIKA UPAYA (LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS, TERUS BELAJAR, BELAJAR DARI PENGALAMAN YANG SUDAH TERBUKTI) MAKA HASILNYA DIJAMIN SAMA….SEKALI LAGI DIJAMIN MINIMAL SAMA DENGAN ORANG YANG MODALNYA 10 KALI LIPAT DARI KITA
Baik jika komandan sudah bilang begitu, saya ucapkan terima kasih kepada semua Bang dan Non atas atensinya…semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

akhir kata marilah kita semuanya saling mendoakan keberhasilan kita, 1 orang didoakan oleh 1700 orang hasilnya Insya Allah akan lebih baik dari pada hanya berdoa sendiri dan masing2. selamat malam,

Assalamualaikum

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment