Social Links
AMRI | PARETO-ITO, TEKNIK CEPAT MELEJITKAN OMSET DI RITEL
20307
post-template-default,single,single-post,postid-20307,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

PARETO-ITO, TEKNIK CEPAT MELEJITKAN OMSET DI RITEL

Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart, Idolaku)
Saya sudah banyak menulis dan menjelaskan tentang konsep pareto. Apalagi tentang ITO, sudah sangat banyak sekali artikel yang sudah saya terbitkan. Yang baru dalam artikel kali ini adalah menggabungkan keduanya sekaligus, pareto dan ITO.
Seperti kita ketahui bahwa pareto adalah suatu konsep yang secara dramatisir meningkatkan efisiensi dan imbal hasil diberbagai bidang kehidupan. ITO adalah ilmu dasar dan merupakan faktor utama keberhasilan atau kegagalan bisnis ritel. Mengkombinasikan keduanya akan melejitkan omset dalam waktu yang cepat.
Untuk menyegarkan ingatan kembali atau bagi yang belum tahu saya kembali menjelaskan tentang ITO terlebih dahulu. ITO (Inventory Turn Over) adalah tingkat perputaran stok barang (dalam satuan hari), dihitung dengan cara membagi total stok barang dengan omset (penjualan) per hari. Misalkan total nilai stok barang di toko kita sebesar Rp 120 juta, omset rata-rata per hari Rp 4 juta, berarti ITO kita adalah 30 hari (Rp 120 juta dibagi Rp 4 juta).
ITO = STOK / OMSET PER HARI
ITO = 120 JUTA / 4 JUTA
ITO = 30 HARI
rumus ini bisa dibalik, untuk menghasilkan omset sebesar Rp 4 juta per hari diperoleh dengan cara membagi stok barang dengan ITO seperti berikut:
OMSET PER HARI = STOK / ITO
OMSET PER HARI = 120 JUTA / 30
OMSET PER HARI = 4 JUTA
Untuk meningkatkan omset ada 3 cara:
Pertama, menambah jumlah stok, misalkan dari Rp 120 juta menjadi Rp 150 juta, maka otomatis omset akan naik dari 4 Rp 4 juta menjadi Rp 5 juta perhari atau naik 20%.
OMSET PER HARI = STOK / ITO
OMSET PER HARI = 150 JUTA / 30
OMSET PER HARI = 5 JUTA
Kedua, mempercepat (memperkecil) ITO, misalkan dari 30 hari menjadi 20 hari, maka otomatis omset akan naik dari Rp 4 juta menjadi Rp 6 juta per hari atau naik 50% !!
OMSET PER HARI = STOK / ITO
OMSET PER HARI = 120 JUTA / 20
OMSET PER HARI = 6 JUTA
Ketiga, menambah jumlah stok sekaligus mempercepat ITO. Misalkan stok dinaikkan dari rp 120 juta menjadi Rp 150 juta, ITO dipercepat dari 30 hari menjadi 20 hari, maka omset akan melejit dari Rp 4 juta menjadi Rp 7,5 juta atau naik 87,5% !!!
Sampai disini semoga semua sudah faham apa yang dimaksud dengan ITO. Yang jelas tujuan utamanya adalah agar kita bisa meningkatkan omset.
Untuk menambah stok walau kelihatannya lebih gampang tetapi tantu ada keterbatasan dengan besarnya dana yang kita miliki dan keterbatasan dari luasnya toko. Sedangkan cara untuk mempercepat ITO lebih kompleks, meningkatkan aktifitas promosi, meningkatkan pelayanan, menambah stok barang yang fast moving, mengurangi stok barang yang slow moving dll.
Yang mau saya bahas untuk mempercepat ITO kali ini adalah menambah stok fast moving dan mengurangi stok slow moving.
Stok barang yang ada di toko bisa dikategorikan 2 kelompok yakni fast moving (barang yang tingkat lakunya cepat) dan slow moving (barang yang tingkat lakunya lebih lambat). Secara umum Fast Moving Stock (FMS) jumlahnya 20% dari total stok, sedangkan Slow Moving Stock (SMS) jumlahnya 80% dari total stok. Angka 20:80 ini bisa saja berubah misalkan 25:75 atau 30: 70 dan lainnya.
Walaupun FMS jumlahnya hanya 20% dari total stok, tetapi menghasilkan 80% dari total omset. Sebaliknya SMS yang jumlanya 80 dari total stok, namun cuma menghasilkan omset 20%. Inilah yang sebenarnya berhubungan dan merupakan bagian dari konsep pareto.
Mungkin ada yang bertanya, kok FMS yg jumlahnya hanya 20% dari total stok bisa menghasilkan omset 80%? kenapa tidak menghasilkan omset 20% juga? Karena tingkat laku setiap produk itu berbeda, misalkan antara spidol dengan penghapus papan tulis.
Spidol itu jika terus dipakai oleh pelanggan, maka dalam 1 minggu akan habis dan dia beli lagi. Sedangkan penghapus papan tulis dipakainya lama, jika sekarang beli mungkin 1 tahun lagi baru dibeli.
Spidol bagi toko ATK (alat tulis kantor) merupakan barang FMS, sedangkan penghapus papan tulis merupakan barang SMS.
Setelah menghitung ITO secara total di toko kita, lalu kita hitung ITO setiap item stok dengan cara yang sama. Misalkan spidol, nilai stok Rp 200 ribu, omset per hari Rp 20 ribu, berarti ITO nya adalah 10 hari.
ITO = STOK / OMSET PER HARI
ITO = 200 RIBU / 20 RIBU
ITO SPIDOL = 10 HARI
Kita hitung ITO semua item stok yang ada di toko kita, setelah itu kita urutkan dari barang yang paling laku (ITO paling cepat) sampai barang yang paling tidak laku (ITO paling lambat).
Kemudian kita lakukan analisa PARETO-ITO, setelah kita tarik dan kumpulkan data stok omset dan ITO di toko kita, ternyata item FMS (20% dari total stok) meyumbang 75% omset, sisanya item SMS (80% dari total stok) hanya menyumbang 25% omset.
Langkah berikutnya kita ambil 20% item stok yang terlama lakunya atau seperempat dari item SMS (ITO yang paling besar), yang ternyata cuma menyumbang omset 2% !! Ya cuma 2%, karena 20% item ini bisa disebut dead moving stock (stok mati).
Selanjutnya 20% item terlama ini (dead moving) ini kita habiskan ditoko kita (diobral, cuci gudang) dan kita ganti dengan produk yang 20% item tercepat/terlaku (item FMS). Apa yang akan terjadi? Omset 20% item dead moving akan bekurang yakni 2% dari total omset, namun karena masuk item FMS sebesar 20% yang sumbangan omsetnya 80% dari total, secara net omset akan melejit sebesar 78% !!! Luar biasa kan?
Kita masukkan dengan contoh angka di atas, Stok Rp 120 juta, ITO 30 hari dan omset Rp 4 juta perhari. Dari Stok Rp 120 juta terdapat item dengan ITO tercepat (FMS) 20% (senilai Rp 24 juta) yang menyumbang omset 80% atau senilai Rp 3,2 juta per hari (80% dikali Rp 4 juta).
Terdapat juga item dengan ITO terlama (Dead Moving Stock) 20% (senilai Rp 24 juta) yang hanya menyumbang omset sebesar 2% atau senilai Rp 80 ribu per hari (2% dikali Rp 4 juta).
Dengan mengganti item Dead Moving Stock dengan item FMS maka omset maka omset Dead Moving sebesar Rp 80 ribu per hari akan hilang, tetapi muncul tambahan omset FMS yang baru sebesar Rp 3,2 juta per hari sehingga kenaikan bersih omset per hari adalah Rp 3,12 juta per hari, sehingga total omset akan menjadi Rp 7,12 juta atau naik sebesar 78% !!
Omset sebulan yang tadinya hanya Rp 120 juta (Rp 4 juta dikali 30 hari) akan naik menjadi Rp 213,6 juta (Rp 7,12 juta dikali 30 hari).
Mungkin kenaikan sebesar 78% itu terlihat agak berlebihan, karena item FMS tentu tingkat lakunya (ITO) tidak akan secepat item FMS yang sudah ada. Namun tetap dipastikan dengan mengganti 20% item yg paling tidak laku dengan 20% item yang paling laku pastilah akan meningkatkan omset secara signifikan.
Semoga bermanfaat,
Salam ✋ jari AMRI
DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment