06 Feb KONSUMEN JADI MARKETER
Oleh : Hadi Sukses *)
Pernah mencobanya? Atau sebenarnya sudah pernah melakukannya. Sering secara tidak sadar kita menjadi tenaga marketing dari sebuah produk atau jasa. Bahkan kita menjadi pembela dari produk atau jasa tersebut.
Gak percaya?
Pernah dengar mereka yang bangga menunjukkan komputer Applenya? Saya memiliki team programmer yang mengejek laptop Asus saya.
Dia sering menunjukkan keunggulan laptop yang dibawanya. Bahkan saat sengang saja, dia sering menyinggung soal laptopnya. Anda tahu laptopnya? Ya…Apple !
Bahkan dia bisa menjelaskan detail spesifikasi dan featurenya. Menjelaskan cara pengoperasian dan tetek bengek laptopnya. Intinya merayu saya untuk beli Apple.
Pertanyannya, apakah programmer itu digaji oleh Apple? Apakah Apple tahu siapa programmer itu, dan identitasnya? Kok bisa?
Jadi sebenarnya kita juga bisa menduplikasi tehnik Apple. Yaitu menciptakan marketer tanpa dibayar, justru dia bayar (beli) produk kita.
Saya pribadi telah melakukannya. Alhamdulillah, semua klien klinik kami tidak hanya jadi marketer tanpa bayar, malah mereka membayar kami. Bahkan mereka pun menjadi orang tua, dan sahabat team klinik kami.
Pernah satu siang. Saat saya mengunjungi klinik. Saya duduk di meja resepsionis (registrasi ) pasien. Ada banyak makanan, kue dan buah. Iseng bertanya ke team yang sedang bertugas,
“ Cie…. siapa nih yang lagi ulang tahun ? Banyak banget makanan disini.”
Gina, team jaga langsung jawab, “Tidak ada yang ultah pak… Itu dari pasien yang datang hari ini… makanan ini dari ibu ini, kue ini dari Bapak itu, buah ini dibawa dari pasien yang datang dari kampung sana…bla …bla…..”
Mendengar itu sekonyong saya langsung tercekat, “Alhamdulillah.” Berarti team kami, setelah semua suskes menjadi marketer kliniknya, sekarang justru sukses menduplikasi menjadikan kliennya (konsumen) sebagai marketer klinik kami.
Tanpa di gaji – Mereka bayar dan Malah memberi kami makan !
Dari kejadian kejadian ini. Saya dan tim mencoba membuat alur sederhana sampai tercipta kondisi ini. Mungkin bisa diterapkan oleh bang dan non AMRI. Yaitu :
1. Toko anda akan sepi pembeli jika tidak ada traffic.
2. Ada traffic, orang tidak akan mau beli, bila tidak ada yang menarik atau lagi butuh produk kita.
3. Ada yang menarik atau sedang perlu produk kita, tapi ragu karena tidak ada yang bisa membuat dia percaya kepada toko kita.
4. Ada yang percaya bahkan sudah mau beli, tapi layanan anda buruk, jutek, judes, ketus. Mau beli jadi malas.
5. Fix mau beli, tapi tidak ada layanan after sales, anda akan dilupakan.
6. After sales bagus, semua sudah bagus anda akan mendapatkan loyal customer
7. Loyal customer akan jadi pembela dan marketer gratis anda, jika ada layanan dan service lebih untuk mereka.
Nah kira kira yang sekarang yang bisa kita lakukan untuk www.klinikbpjs.com kita …eeehh maaf toko kita?
Salam Sukses Berkah Melimpah !
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments