Social Links
AMRI | KETIKA MALAS DAN JENUH MEMBACA
18765
post-template-default,single,single-post,postid-18765,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KETIKA MALAS DAN JENUH MEMBACA

Oleh : Adib Munajib *)

Hambatan yang paling besar dalam meraih kesuksesan adalah perasaan malas dan jenuh.

Dua jenis perasaan tersebut paling sering menjadi mental block yang menyebabkan kemauannya menjadi lemah, alasan lainnya adalah karena krisis kepercayaan diri (minder) dan trauma.

Pengalaman diatas sering saya hadapi ketika saya berkarir menjadi leader, manager, supervisor, mentor hingga trainer di beberapa perusahaan swasta, pengalaman terakhir saya hadapi ketika menjadi owner usaha rintisan sendiri. 🙂

Siapapun jika menuruti perasaan malas dan jenuh akan melemahkan kemauannya, dalam teorinya kemampuan sehebat apapun jika kemauannya sudah melemah maka tinggal hanya kenangan alias kemampuannya tidak punya arti.

Itulah yang saya pelajari dari teori Kemauan dan Kemampuan. Jika kita bermain kwartet maka akan muncul kombinasi tipe manusia sebagai berikut :

1. Punya kemauan + punya kemampuan.
2. Punya kemauan + tidak punya kemampuan.
3. Tidak punya kemauan + punya kemampuan.
4. Tidak punya kemauan + tidak punya kemampuan.

Yang paling berbahaya jelas tipe manusia nomor 4, sedangkan nomor 3 masih bisa diberdayakan, walau butuh effort (upaya) yang sungguh-2 dalam memberdayakannya.

Membaca adalah jendela dunia, ada beberapa tulisan yang menarik tentang membaca dari beberapa profil sukses.

Kata pebisnis sukses Mochtar Riadi : “Semua bisnis dikembangkan dengan basis ilmu pengetahuan dan intuisi yang diasah oleh pengalaman”. Mochtar Riadi selalu membaca dan mempelajari perkembangan dunia, ekonomi makro, data demografi dan berbagai data ekonomi, mengikuti semua isu penting yang berkembang di Indonesia dan dunia.

Menurut blog Strategi Manajemen : “Warren Buffet, Bill Gates, Jeff Bezos, Jack Ma dan Elon Musk, mereka semua adalah pecinta buku (pembaca). Warren Buffet biasa baca 500 halaman per hari, Bill Gates tiap malam baca buku 2 jam dan Jeff Bezos pencinta novel-2 pemenang nobel”.

Saya kenal dekat dengan seorang owner perusahaan retail swasta nasional, pendidikan formal beliau hanya lulusan SMP, namun beliau rajin sekali membaca buku-2 bisnis dan berlangganan majalah bisnis, beliau sukses mengelola bisnis ritel hingga ratusan jumlah tokonya dan rata-2 karyawannya adalah sarjana dari S1 sampai S2, beberapa diantaranya lulusan dari luar negeri.

Dalam ajaran agama sudah dijelaskan banyak sekali tentang keutamaan dalam membaca (iqro) dan belajar ilmu pengetahuan baik untuk urusan dunia, akhirat maupun keduanya.

Masih malas dan jenuh? Masih minder dan trauma? Sebaiknya berkonsultasilah kepada ahlinya, seperti psikolog, psikiater, motivator, dan pakar kejiwaan lainnya yang berkenaan dengan mental block.

Salam 5 jari.

*) Penulis adalah mentor Nasional AMRI dan Owner Kilau Mode.

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment