19 Feb BERAWAL DARI SEBUAH KETERPURUKAN (Part 2 : End)
Oleh : Heru Kurnia *)
Masih ingat kisah seorang bangsawan yang super nekad dalam memulai usahanya? Bila lupa silahkan buka website AMRI saja untuk tahu part 1 nya.
Saat posisi kebingungan cara buat bakso, bahan baku, peralatan yang dibutuhkan, dan lain lain. Akhirnya, mencoba sendiri cara membuat bakso. Mencari informasi dari beberapa referensi. Alhamdulillah hasilnya jauh dari yang diharapkan.
Dalam kondisi yang semakin bingung ini, akhirnya melalui jalan-Nyalah dipertemukan dengan Cheff yang berpengalaman.
Dengan bantuan serta masukan Cheff tersebut, mulailah melakukan persiapan. Dari pemilihan, survey bahan baku, peralatan apa yang diperlukan, trial membuat bakso hingga seleksi calon karyawan.
Singkat cerita, persiapan sudah di atas 90%. Tepat 18 Desember 2015, dilakukan soft opening. Dua minggu kemudian, 1 Januari 2016 grand openingnya.
Bulan pertama, Alhamdulillah bisa tembus dan melebihi target Omset yang ditetapkan. Hari berganti dan bulan pun berlalu tanpa terasa, maklum karena Omset bisa tercapai.
Masalah muncul, saat memasuki bulan ke empat. Yang utama dan krusial, permasalahan di tempat.
Di bulan ke 17, sewa tempat yang awalnya deal selama 3 tahun, terpaksa terhenti. Pemilik tempat mempunyai hutang ke pihak lain. Tidak sanggup membayar. Terpaksa dan terdesak berpindah kepemilikan pemilik baru.
Beliau pelaku bisnis juga. Tempat tersebut pun dijadikan usaha bisnisnya. Mau menuntut ke pemilik lama, tetapi beliau pun sedang dilanda masalah finansial yang sangat berat juga. Akhirnya usaha kuliner resmi ditutup.
Di awal tutup usaha, sempat kecewa dan menyalahkan pihak luar. Alhamdulillah, bergabung di AMRI. Kisahnya Suhu Wan dan para mentor yang sangat inspiratif. Perlahan mulai menerima dan mengikhlaskan semuanya.
Saya mengikuti pelatihan dan workshop tentang kepemimpinan dan wirausaha. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi keadaan:
1. Faktor alam, muncul karena kejadian alam, seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, dan tsunami.
2. Faktor eksternal, muncul dari karyawan, daya beli konsumen, dan kompetitor.
3. Faktor internal, muncul dari gaya kepemimpinan, monitoring yang tidak bagus, dan ketidak telitian.
Dari faktor di atas, yang masih bisa dirubah adalah faktor internal. Maka semua faktor eksternal yang mempengaruhi saya coba tarik dan konversikan ke faktor internal, kecuali alam.
Contohnya, karyawan. Bila tidak disiplin dalam bekerja, itu bukan kesalahan karyawan tetapi selaku owner kurang memperhatikan dan berkomunikasi dengan mereka.
Alhamdulillah dengan kondisi semakin terpuruk, malah di titik minus, karena menyisakan hutang, saya masih tetap dan selalu bersyukur kepada Alloh SWT, masih diberikan semangat dan mental untuk bangkit.
Semua ini hanya titipan dan akan dikembalikan kepada Nya. Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, kembali pun tidak membawa apa apa. Hanya amal sholeh dan ilmu yang bermanfaat.
Dengan modal mental dan semangat, saya mulai bangkit lagi. Saat itu finansial, keadaan, ekonomi boleh miskin tetapi mental harus tetap harus kaya. Saya semakin perbesar lagi niat dan cita cita sehingga masalah semakin lama semakin mengecil.
Menurut saya, masa depan itu adalah misteri. Mari kita ciptakan masa depan kita sendiri. Masih ingat petuahnya bang Rangga Umara, “Buatlah rencana hidup diri kita sendiri atau selamanya kita akan menjadi bagian dari rencana hidup orang lain.”
“MASA DEPAN ADALAH MISTERI, UNTUK ITU MARI KITA CIPTAKAN MASA DEPAN KITA SENDIRI”
Salam 5 jari AMRI
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments