Social Links
AMRI | KRISIS EKONOMI PASTI AKAN TERJADI
20870
post-template-default,single,single-post,postid-20870,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KRISIS EKONOMI PASTI AKAN TERJADI

Oleh : Suhu Wan

Mari kita mulai dengan satu kenyataan yang jarang orang berani akui:

Krisis ekonomi itu pasti terjadi.

Bukan karena dunia kejam, tetapi karena ekonomi memang bergerak dalam siklus.
Naik… turun… naik lagi… lalu turun lagi.

Sejak awal sejarah, setiap beberapa tahun dunia selalu mengalami guncangan:
• resesi,
• krisis finansial,
• bubble yang meledak,
• perang yang mengguncang pasar,
• hingga pandemi yang menghentikan roda ekonomi dalam semalam.

Dan selama manusia masih bertransaksi, siklus ini akan terus berulang.
Itulah hukum alam ekonomi.

Tetapi…
Apakah kita harus takut?

Tidak.
Justru di sinilah perbedaan besar tercipta antara pebisnis biasa… dan pejuang bisnis sejati.

Kapan krisis terjadi? Tak ada yang tahu.

Tidak ada ekonom, tidak ada pemerintah, dan tidak ada lembaga mana pun yang bisa memprediksi tanggalnya.

Karena ekonomi bergerak oleh:
• geopolitik,
• psikologi pasar,
• teknologi baru,
• arus modal global,
• hingga kejadian tak terduga seperti pandemi.

Kita tidak bisa menahan badai.
Kita tidak bisa menentukan angin.

Tapi kita selalu bisa menyiapkan perahu.

Krisis bukan hanya ujian. Krisis adalah penyaring.

Saat ekonomi jatuh, hal-hal luar biasa justru terjadi:

🔥 Bisnis yang tidak efisien tersapu keluar.
🔥 Peluang baru bermunculan tanpa batas.
🔥 Harga-harga aset turun seperti diskon akhir tahun.
🔥 Pemain besar tumbang dan membuka ruang bagi pendatang baru.
🔥 Pelaku usaha yang disiplin justru melesat jauh lebih cepat.

Begitu banyak orang kaya yang tidak lahir di masa tenang…
justru lahir di tengah kekacauan ekonomi.

Karena ketika dunia panik, pejuang bisnis melihat kesempatan.
Ketika orang lain berhenti melangkah, justru itu waktu terbaik untuk maju.

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Jangan sibuk menebak kapan krisis datang.
Itu sia-sia. Tidak ada yang pernah benar.

Yang penting adalah:

  1. Siapkan bisnis agar tahan badai.

Fokus pada aliran kas, efisiensi, dan barang yang cepat berputar.

  1. Bangun mental petarung.

Karena yang selamat bukan yang paling pintar,
tetapi yang paling siap dan paling berani bergerak.

  1. Gunakan krisis sebagai lompatan.

Saat banyak bisnis melemah, ruang untuk ekspansi justru semakin besar.

Kesimpulannya sederhana:

Krisis itu pasti.
Ketakutan itu pilihan.
Tapi tangguh, siap, dan menang — itu juga pilihan.

Dan pebisnis yang mengerti pola ini tidak pernah takut pada krisis.
Mereka bahkan menunggu, karena mereka tahu:

Dalam setiap krisis, selalu ada pintu menuju kesempatan besar.
Dan pintu itu hanya terbuka bagi mereka yang siap.

Selama 25 tahun berbisnis saya telah mengalami beberapa kali krisis. Selain kebangkrutan pada tahun 2005-2006, Alhamdulillah saya bisa melewati termasuk krisis yang diakibatkan Covid yang belum lama berlalu.

Bukan hanya mampu bertahan tetapi saya tetap bisa terus tumbuh dan berkembang. Yang paling utama bagaimana persiapan yang harus kita lakukan sebelum krisis terjadi dan bagaimana melewati saat krisis termasuk cara melihat peluang-peluang dalam krisis.

Semua akan saya uraikan pada saat Kopdarnas dan bedah buku Jatuh Bangun Edisi Revisi pada tanggal 26 Nopember 2025 di Asrama Haji, Jakarta Timur. Pastikan Bang dan Non sudah mendaftar karena kuota terbatas.

Melihat kondisi saat ini, peluang terjadi krisis sangat terbuka. Mari kita siapkan “payung sebelum hujan terjadi” di bisnis kita.

Salam 🖐🏻 AMRI

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment