11 Nov PRODUK – PARETO PUNCAK DI RITEL
Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart, Idolaku)
Yang perlu kita sadari bahwa pelanggan datang ke toko kita karena mereka mau membeli produk yang kita jual dan mereka butuhkan. Niat mereka datang bukan untuk membeli rak atau etalase kita, atau bukan untuk menemui karyawan kita.
Jadi jika produk yang mereka butuhkan tidak ada di toko kita maka tidak akan terjadi transaksi jual beli. Pelayanan, promosi, lokasi toko, penataan barang dll juga tak kalah penting, namun sekali lagi yang paling utama adalah ketersediaan produk.
Besarnya omset di toko akan ditentukan oleh gabungan dari ketersediaan produk, keberadaan lokasi toko, pelayanan terhadap pelanggan, promosi yang dilakukan, penataan toko dan produk, kenyamanan, support IT dll.
Saya gambarkan suatu rumus kepangkatan:
3 pangkat 2 = 9
atau:
3 x 3 = 9
– angka 3 adalah bilangan pokok, mewakili dari nilai produk
– angka 2 adalah pangkat mewakili dari lain-lain diluar produk (pelayanan, kenyamanan, lokasi toko, promosi, display, IT dll)
– angka 9 adalah omset atau penjualan.
Artinya jika produk kita 3, lain-lain diluar produk nilainya 2, maka akan menghasilkan omset 9.
Jika nilai produk 3, lain-lain diluar produk nilainya cuma 1 (lokasi kurang bagus, pelayanan seadanya, promosi tidak ada, sistem lemah, kenyamanan toko kurang), maka omsetnya hanya 3.
3 pangkat 1 = 3
Seandainya jumlah produk 4, lain-lain diluar produk nilainya 2, maka akan menghasilkan omset yang lumayan besar yakni 16.
4 pangkat 2 = 16
atau:
4 x 4 = 16
Apalagi jika produk nilainya 3 lain-lain diluar produk nilainya 3 (lokasi toko sangat strategis, pelayanan prima, promosi bagus, sistem mendukung, display menarik, tokonya nyaman ber-AC dll), maka omsetnya akan sangat besar, yakni 27 !!!
3 pangkat 3 = 27
atau:
3 x 3 x 3 = 27
Namun bagaimana jika lain-lain diluar produk nilainya 3 seperti di atas (semuanya sangat bagus), tetapi produknya tidak tersedia, alias kosong melompong? Maka omsetnya akan 0 (nol besar). 
0 pangkat 3 = 0
atau:
0 x 0 x 0 = 0
Walaupun lokasi super strategis, pelayanan super hebat, sistem super canggih, toko sangat nyaman, promosinya luar biasa, bahkan jika ditotal nilainya 5….., namun jika nilai produk hanya 1 (produk yang tersedia sedikit sekali), maka omsetnya hanya akan 1.
1 pangkat 5 = 1
1 x 1 x 1 x 1 x 1 = 1
Saya masih ingat ada seorang pemilik toko pakaian bertanya pada saya, kenapa omsetnya masih kecil (per hari Rp 1 juta), padahal lokasi tokonya bagus, pakai AC, pelayanan juga cukup baik, dia juga melakukan promosi, sistem kasirnya juga sudah bagus.
Saya tanya,”Berapa nilai produk yang dijual?”
Dia jawab,”sekitar Rp 40 juta”.
Saya bilang omset Rp 1 juta perhari, dengan stok Rp 40 juta itu sudah cukup lumayan, artinya Inventory Turn Over (ITO) nya 40 hari (Rp 40 juta dibagi Rp 1 juta). Karena jenis produk yang dia jual adalah pakaian yang pelanggan harus banyak pilihan produk. ITO pakaian itu secara umum memang lama dibanding toko sembako yang bisa dibawah 30 hari.
Jadi jika dia mau meningkatkan omsetnya, maka produknya harus ditambah lagi nilanya, menambah variasi produk yang dia jual.
Yang mau saya sampaikan, lain-lain diluar produk (lokasi, pelayanan, promosi, sistem dll) adalah hal yang penting, tetapi tanpa ketersediaan produk, maka akan mumbazir. Banyak orang melakukan promo yang bagus tetapi giliran pelanggan datang produknya tidak tersedia, maka ini akan menjadi promo yang kontra-produktif, orang diundang datang untuk menunjukkan kelemahan toko kita.
Sebaliknya, jika produk tersedia, lain-lain diluar produk (yang merupakan pangkat), akan mampu melipatgandakan omset kita.
Selamat bermanfaat,
Salam
jari AMRI
No Comments