Social Links
AMRI | SUHU, APA SOLUSI JIKA BISNIS “DIKERJAIN” OLEH PESAING?
20289
post-template-default,single,single-post,postid-20289,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

SUHU, APA SOLUSI JIKA BISNIS “DIKERJAIN” OLEH PESAING?

Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart)
Saat open house dengan member AMRI dirumah saya pada tahun kemarin ada kisah menarik dari salah seorang peserta AMRI yang hadir pada saat itu. Dia seorang wanita yang memiliki toko perlengkapan ulang tahun dan baru menjadi anggota AMRI.
Saat sesi tanya jawab dia melontarkan pertanyaan yang membuat saya dan semua peserta open house kaget. Dia memang sudah menyiapkan dari awal dan menganggap, karena gelar “suhu” yang melekat di depan nama saya.?Dia yakin saya dapat membantunya karena sebagai “suhu” tentu saya setara dengan Suhu Tan, Suhu Lim dan paranormal lainnya.?
Yang dia tanyakan adalah bagaimana solusi dari gangguan “sesuatu” terhadap bisnisnya, yakni karyawannya melaporkan ada segumpal tanah yg selalu ditemukan di depan tokonya setiap pagi. Sejak itu omset tokonya mulai menurun terus, dan dia menduga hal itu adalah perlakuan dari pesaing barunya yg iri karena tokonya ramai.
Pertama tentu saja saya menjelaskan bahwa suhu saya hanyalah suhu-suhuan alias bukan paranormal.? Suatu ketika saya pernah diminta bantu seorang teman yang memiliki bisnis kuliner dan mengalami hal yang mirip seperti itu. Warungnya menjadi sepi karena ada pesaing baru yang “ngerjain” sehingga nasi gampang basi, ada ulat di makanan dll.
Saat saya datang ke warung yang dijaga karyawannya, saya langsung memberikan jawaban. “Saya tadi sudah datang ke warung kamu dan kondisinya sangat jauh berbeda dengan kedatangan saya 6 bulan yang lalu. Warung kamu sekarang sangat kotor, saat tisu saya lap ke meja langsung menghitam. Pelayanan karyawan juga jelek dan rasa masakan jauh berbeda dengan yang dulu. Saya tidak tahu dan tidak mampu mendeteksi, warung kamu ‘dikerjain’ pesaing atau tidak. Tetapi tanpa ‘dikerjain’ pesaing pun, dengan kondisi begini kamu pasti akan ditinggal pesaing dan akan bangkrut”.
Yang berisiko itu adalah karena dia merasa “dikerjain” pesaing itulah yang membuat dia lupa dengan banyak kelemahan yang harus diperbaiki pada bisnisnya. Saya katakan pada member AMRI yang bertanya tadi, “Saya punya 100 toko, mestinya peluang saya untuk dikerjain pesaing lebih besar dari pada Non yang cuma punya 1 toko.?Alhamdulillah belum pernah sekalipun saya merasa dikerjain pesaing selama ini”.
Setiap ada teman, kenalan dan kerabat yang selalu mengeluhkan hal2 di atas, apalagi yang sampai mencari solusi ke paranormal atau dukun, saya melihat bisnisnya selalu masalah bahkan akhirnya bangkrut. Lebih baik kita fokus pada perbaikan bisnis kita dari sisi “alam nyata” ketimbang “alam mistis”seperti itu. Yang penting tentu saja kita senantiasa mendekatkan diri pada Allah Yang Mahakuasa. Karyawan juga harus selalu kita ingatkan untuk beribadah, ingat pada Allah dan selalu berdoa.
Semoga bermanfaat
Salam ✋ jari AMRI
DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment