04 Okt Pengusaha Ritel Minta Dukungan Pemerintah Bantu Dongkrak Penjualan
JAKARTA, Ritelnews.com – Pelaku usaha ritel meminta dukungan pemerintah dalam mendongkrak kinerja usaha ritel. Dukungan pemerintah ini dinilai bisa membantu mempercepat usaha ritel pulih dari keterpurukan. Harapannya di tahun ini sektor ritel bisa tumbuh 10 persen dibanding tahun lalu.
Dukungan pemerintah itu, kata Ketua Koordinator Komunikasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Fernando Repi, adalah dengan membuat regulasi mengenai usaha ritel online. Kehadiran ritel online membuat keberadaan ritel offline semakin menepi dari persaingan pasar.
Bagi para pelaku usaha ritel offline, persaingan pasar dengan usaha ritel online berlangsung tidak adil. Hal utamanya adalah mengenai pajak. Selama ini pelaku usaha ritel online tidak dikenakan pajak. Ini berbeda dengan pelaku ritel offline.
“Kami berharap pemerintah segera mengeluarkan kebijakan mengenai perpajakan untuk ritel online dengan dasar undang-undang transaksi elektronik,” jelas Fernando dilansir dari Tempo.co Selasa (1/10/2019).
Selain regulasi tentang pajak, Fernando mengatakan, pihaknya meminta pemerintah memberikan insentif khusus bagi usaha ritel. Insentif ini berupa insentif perpajakan atau stimulus pendukung lain. Ini seperti yang didapat di sektor usaha manufaktur.
Menurut Fernando, sektor ritel perlu mendapat insentif karena selama ini keberadaan usaha ritel menopang pertumbuhan ekonomi dimana selalu mendorong konsumsi masyarakat. “Usaha ritel ini kan industri padat karya. Ada 20 juta lebih pekerja di sektor ini sehingga perlu bantuan pemerintah untuk bertahan,” ucapnya. Hal lain yang perlu dilakukan pemerintah agar sektor ritel bisa tumbuh positif adalah dengan menjaga stabilitas politik dan keamanan.
Untuk mencapai target pertumbuhan 10 persen di akhir tahun, para pengusaha ritel tidak saja mengandalkan dukungan pemerintah. Mereka juga berupaya menjalankan beberapa strategi agar usaha ritel tetap tumbuh positif hingga tahun depan.
Menurut Fernando pihaknya tetap optimistis menutup tahun ini dan menatap tahun depan. Ini dikarenakan, permintaan domestik masih kuat. Pihaknya, ujar Fernando, akan memberikan berbagai macam promosi dan diversifikasi produk untuk mendongkrak penjualan.
Selain itu, papar Fernando, pelaku usaha ritel juga akan beradaptasi dengan menggunakan teknologi dalam pemasaran. “Akhir tahun ini dan tahun depan banyak peritel yang mulai mengembangkan aplikasi teknologi untuk mendongkrak penjualan,” kata dia.
Penulis: Reza Gautama
Sumber: Tempo.co
No Comments