10 Agu Pengusaha Ritel Harus Peka Pada Perubahan Perilaku Konsumen
Ritelnews.com – Para pengusaha bisnis ritel modern dinilai harus bisa melakukan inovasi secara terus menerus agar bisnis ritel bisa terus bertumbuh.
Salah satunya dengan perubahan format bisnis harus dilakukan pelaku usaha ritel menghadapi perubahan perilaku konsumen saat ini.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan format ritel yang cocok untuk perilaku konsumen saat ini adalah toko-toko dengan luas bangunan 2.000 meter persegi.
Karena menurutnya, toko yang memiliki luas bangunan sekitar 2.000 m2 umumnya berjenis supermarket atau minimarket.
“[Perubahan perilaku konsumen] dari large zone menjadi medium zone area. Dari luasan 5.000 m2 sekarang market yang cocok adalah 2.000 m2 ke bawah,” ujar Roy di Jakarta seperti yang dikutip dari laman bisnis.com. Senin (5/8/2019)
Dengan begitu, untuk saat ini, kata Roy, yang masih berkembang adalah kelas supermarket, minimarket, dan department store.
Bedasarkan kondisi tersebut, Aprindo memprediksi bisnis ritel tahun ini masih akan tumbuh sesuai dengan target. Pihaknya memprediksi pertumbuhan ritel di Indonesia sepanjang 2019 berada di kisaran 10 hingga 15 persen.
Roy menambahkan, saat ini masih banyak pengusaha ritel, utamanya yang bergerak di bidang FMGC (fast moving consumer goods), berencana membuka toko-toko baru tahun ini.
“Bahkan salah satu pengusaha ritel ada yang menargetkan pembukaan 800 minimarket baru sepanjang 2019,” tambahnya.
Selain itu, Roy menjelaskan, rata-rata pengusaha ritel yang memiliki lini usaha supermarket hendak membuka lima hingga delapan toko baru sepanjang tahun. Jumlah hypermarket yang hendak dibuka sejumlah pengusaha di bidang itu rata-rata dua hingga tiga toko.
“Untuk department store masih ada penambahan 8 hingga 10 rata-rata mereka akan buka tahun ini. Pembukaan toko ini indikator dari pertumbuhan industri sendiri,” tutur Roy.
Penulis : Rizki Aulia Rachman
Editor : Tim Mentor Nasional AMRI
No Comments