Social Links
AMRI | PRODUK DI RITEL OFFLINE & ONLINE
19913
post-template-default,single,single-post,postid-19913,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

PRODUK DI RITEL OFFLINE & ONLINE

Oleh : Suhu Wan

Produk adalah hal yg paling utama di bisnis ritel offline. Kita menyadari pelanggan datang ke toko kita adalah untuk membeli produk. Pelanggan tidak datang untuk membeli rak kita atau membeli pramuniaga kita.?

Sebaik apapun pelayanan yg kita berikan atau promosi yg dilakukan, saat produk yg diinginkan pelanggan tidak tersedia, maka transaksi tidak akan terjadi. Promosi, pelayanan dll akan berfungsi efektif jika produknya tersedia.

Demikian pula dg bisnis ritel online, produk adalah hal yg paling utama. Transaksi jual beli terjadi karena adanya produk yg kita tawarkan dipilih untuk dibeli oleh pelanggan.

Perbedaannya, jika pada ritel offline barang harus tersedia di toko fisik saat pelanggan datang dan membeli, di ritel online produk tersebut tidak harus ada pada kita saat pelanggan membeli. produk itu bisa ada di gudang atau di pemasok kita.

Perbedaan yg lain, calon pembeli di ritel online selalu dan sangat mudah membandingkan harga yg kita tawarkan dg harga semua kompetitor kita. Padahal persaingan di ritel online, terutama di market place sangat ketat bahkan terkadang kejam.

Disinilah pentingnya kita menentukan produk yg kita jual. Jika stok barang kita sama dan mudah dibandingkan dg produk dari banyak kompetitor, maka tidak bisa dihindari kita masuk dalam persaingan yg berdarah-darah di online.

Untuk itu harus ada pembeda (lebih baik lagi jika ada monopoli) antara produk dg produk yg dijual oleh kompetitor dg beberapa cara, yakni :

1. Produk yg baru kita produksi atau pemasok yg memproduksi sesuai dg permintaan kita, yg lain belum ada yg menjual. Tetapi jika ternyata produk ini laris dg cepat tentu saja kompetitor akan langsung meniru produk yg sama.

2. Walaupun produk yg kita jual adalah produk umum, kita berikan privat label sehingga “merk” produk kita menjadi berbeda dg produk kompetitor. Jika kita memesan privat label pada pemasok biasanya mereka mensyaratkan minimal kuantity pemesenan.

3. Merubah/menambah kemasan pada produk yg dijual. Ada yg mengganti kemasan baru pada produk yg dijual. Ada juga yg memberi gambar/tanda/hologram yg ditempel pada produk, sehingga tidak sama dg produk yg lain. Bisa disampaikan pada calon pelanggan online bahwa jika ada produk yg tidak menggunakan kemasan/gambar/tanda/hologram berarti itu bukan produk kita atau tidak asli.?

 

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment