Social Links
AMRI | KEBERUNTUNGAN LEBIH PENTING DARI KETERAMPILAN & KERJA KERAS ? (Bagian 1)
19817
post-template-default,single,single-post,postid-19817,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KEBERUNTUNGAN LEBIH PENTING DARI KETERAMPILAN & KERJA KERAS ? (Bagian 1)

Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner 85 Idolmart)

Untuk menjadi sukses, keberuntungan berperan lebih besar dari pada keterampilan, bakat dan kerja keras, benarkah?

So pasti….sebagian besar orang tidak akan nyaman dengan peryataan diatas. Yang sukses akan mempertanyakan,”What ?? Kesuksesan saya selama ini cuma kebetulah? Apakah keterampilan dan kerja keras saya selama ini tidak ada gunanya?”

Jangan gagal faham dulu….tentu saja tidak akan ada kesuksesan yg dapat diraih tanpa keterampilan, keahlian dan kerja keras. Tetapi semua itu bukan kunci….sekali lagi bukan kunci dari sebuah kesuksesan.

Berapa banyak orang yang memiliki keterampilan dan keahlian yang tidak sukses di dunia ini?
Berapa banyak orang yang sangat berbakat tetapi gagal?
Berapa banyak gelandangan yang terpelajar?
Berapa banyak orang yang berkerja keras tetapi tetap belum berhasil?
Jawabannya….banyak sekali.

Terus jika bukan karena ketermpilan, bakat dan kerja keras…apa yang menjadi kunci utama sebuah kesuksesan?

Sebuah penelitian yang membandingkan perusahaan secara acak, 60% perusahaan yang lebih baik dari perusahaan pembanding memiliki pemimpin perusahaan yang lebih kuat. Sedangkan 40% perusahaan yang lebih baik dari perusahaan pembanding, memiliki pemimpin yang lebih lemah.

Artinya kehebatan seorang pemimpin memang menentukan keberhasilan perusahaan….tetapi bukan faktor utama. 60% berbanding 40% atau hanya selisih 20%. Jika dominan tentu perbandingannya lebih kuat, 90% berbanding 10% atau bahkan 100% berbanding 0%.

Saat saya mengalami kebangkrutan dengan 36 outlet Toysmart, saya juga sudah bekerja keras, saya berusaha terus mengasah keterampilan dan keahlian, saya sangat menyenangi dunia ritel….tetapi saya tetap gagal.

Saat bangkit….saya juga tetap bekerja keras, terus mengasah keterampilan dan keahlian….dan Alhamdulillah berhasil. Terus apa yang membedakan dulu dengan sekarang?

Saya menjadi lebih terampil dan ahli, lebih hati-hati, lebih berpengalaman? Iya tentu saja ini menjadi faktor pendukung. Namun bukan menjadi faktor utama. Faktor utamanya adalah KEBERUNTUNGAN.

Keberhasilan karena keberuntungan ini jarang dibahas, dan terlebih jarang lagi orang yang mau mengakui. Apakah topik ini kira-kira menarik untuk saya lanjutkan?

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment