24 Jul Produsen Daging Olahan Siap Ramaikan Pasar Retail Modern
Diketahui, perusahaan ini sebelumnya banyak fokus melalukan penjualan di segmen pasar Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).
Menurut Karina Larasari Putri, selalu Corporate Secretary FOOD, mengacu pada laporan keuangan kuartal-I 2019, porsi penjualan terbesar berasal dari perusahaan ritel PT Trans Retail Indonesia yang merupakan pemilik ritel Transmart Carrefour yakni sebanyak 11%
“Itu dari total revenue pada saat itu, dimana pada periode yang sama tahun lalu porsi penjualan ke ritel tersebut hanya 9% saja,” ujar Karina seperti yang dilansir dari laman kontan.co.id, Rabu (24/7/2019)
Bedasarkan pada acuan data tersebut, pihaknya optimis, penjualan daging olahan selain di segmen Horeka, segmen ritel modern pun akan terus mengalami laju peningkatan yang signifikan.
“Saat ini penjualan di sektor ritel memang mengalami peningkatan dibandingkan sektor Horeka,” tuturnya.
Namun, kata Karina, manajemen belum dapat merincikan perolehan bisnis terbarunya saat ini. Meski begitu, memang pada sebelumnya emiten ini telah menargetkan porsi penjualan ritel tahun ini dapat berada pada level 50%, dimana pada tahun sebelumnya hanya 35%-38% saja.
“Perseroan memang berencana pada semester 2 tahun 2019 ini untuk meningkatkan penjualan di sektor ritel karena peluang untuk berkembang di sektor ini masih terbuka luas,” sebut Karina.
Terkait kondisi bisnis ritel yang sedang lesu pada saat ini, Food menganggap hal tesebut sebagai tantangan tersendiri bagi perusahaanya. Telebih pihaknya mengetahui terdapat beberapa retailer alias supermarket ada yang berkurang jumlah unitnya.
Namun dengan adanya permasalahan tersebut, perseroan tetap optimistis lantaran permintaan akan produk daging olahan dinilai dapat terus meningkat dalam jangka panjang.
“Sepanjang semester-I 2019 ini, tekanan pasar masih cukup besar,” sambung dia.
Dengan begitu, Karina masih berharap peningkatan penjualan baru mulai akan dirasakan pada semester-II tahun 2019 ini.
“Momen lebaran dan liburan di bulan Mei kemarin pun cukup memberikan dampak positif pada bisnis Perseroan yang ditunjukkan dari peningkatan produksi dan omset penjualan Perseroan pada bulan tersebut,” ungkap Karina.
Untuk diketahui, untuk jenis produk yang diunggulkan FOOD tetap daging olahan sapi bakal lebih banyak dibandingkan daging olahan ayam dan ikan yang merupakan diversifikasi lini bisnis perseroan. Adapun total kapasitas produksi pabrikan saat ini mencapai 150 ton sampai 200 ton per bulannya.
Melihat capaian perseroan sampai kuartal-I 2019 ini pendapatan bersih FOOD tercatat Rp 26,65 miliar atau turun 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 29,46 miliar. Turunnya revenue diikuti oleh menyusutnya beban pokok penjualan hingga 29% year on year (yoy) menjadi Rp 14,56 miliar di kuartal-I 2019.
Dengan Begitu, perolehan laba kotor yang mampu diamankan sebanyak Rp 22,08 miliar atau naik hampir 3 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,68 miliar. Setelah dikurangi berbagai pos beban lainnya, didapati laba bersih senilai Rp 329 juta di triwulan pertama 2019 atau meningkat lebih dari 5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun kemarin Rp 62 juta.
Produk daging olahan mendominasi penjualan FOOD di kuartal-I 2019 yakni Rp 16,69 miliar atau 62% dari total revenue pada periode tersebut, sisanya diisi oleh produk daging mentah. Perseroan masih tetap optimistis untuk dapat meraih pertumbuhan penjualan 8,5% di tahun ini atau senilai Rp 132 miliar.
Penulis : Rizki Aulia Rachman
Editor : Tim Mentor Nasional AMRI
No Comments