28 Jan BAHAGIA ADALAH PILIHAN
Oleh : Suhu Wan
Kebahagiaan kita 10% ditentukan dari sesuatu yang terjadi pada diri kita (termasuk keberuntungan baik maupun keberuntungan jelek/sial), namun 90% akan ditentukan dari cara kita merespon setiap kejadian pada diri kita.
Seorang psikolog melakukan wawancara pada orang yang lagi menyetir mobil di suatu kota metropolitan di suatu dalam kondisi terjebak macet. Dari semua yang diwawancarai sikap dan prilaku mereka ternyata berbeda-beda, ada yang marah dan mengusir psikolog tersebut, ada yang mengeluh, bahkan ada yang menyumpah serapah dengan mengatakan bahwa semua ini adalah kesalahan pemerintah yang tidak becus “mengurus lalu lintas”, namun ada juga yang tenang dan bersikap biasa, ada lagi yang lebih aneh yang mengatakan dengan macet malah dia bisa santai mendengarkan musik ? karena jika sampai di kantor sudah harus langsung bekerja.
Sebagian besar orang berpendapat bahwa kebahagiaan itu sangat ditentukan dari apa yang terjadi pada dirinya (berasal dari luar ke dalam dirinya) maka seharusnya semua orang yang terjebak dalam kondisi macet dipagi hari, tinggal di kota yang sama, dan sama-sama mau berangkat bekerja….maka sikap mereka harusnya sama semua. Jika satu marah maka semuanya marah, jika satu senang maka semuanya senang.
Kenyataannya sikap mereka semua berbeda, ada yang marah, ada yang biasa dan malah ada yang senang. Artinya yang menentukan kebahagiaan itu sebenarnya adalah respon atau bagaimana kita menyikapi sesuatu yang terjadi, berasal DARI DALAM DIRI KELUAR, BUKAN DARI LUAR KE DALAM. Dunia ini bisa kita bilang sangat indah jika kita menghendaki demikian, namun sebaliknya bisa juga sangat membosankan jika kita yang menghendaki demikian.
SETIAP SESUATU YANG KITA ALAMI ATAU TERJADI PADA DIRI KITA TIDAKLAH PENTING SEBENARNYA, NAMUN BAGAIMANA KITA MENYIKAPINYA ITULAH YANG SANGAT PENTING.
Begitu pula dalam merespon sikap, tindakan atau perkataan orang lain kepada kita (mulai dari yang baik, ramah, sopan sampai yang kasar atau mengesalkan) tidaklah penting, tetapi bagaimana kita “merespon” sikap, tindakan dan perkataan orang itulah yang paling menentukan kebahagiaan kita. Orang yang berkata sangat kasar sekalipun tidak akan mampu melukai perasaan kita…kecuali kita mengizinkan perasaan kita untuk terluka.
Jika seseorang sedang marah, panik, cemas, takut, tertekan, maka otaknya otomatis mengeluarkan Nor-adrenalin, hormon yang sangat beracun yang akan mengganggu metabolisme tubuh, membuat fisik kita sakit-sakitan, cepat tua dan cepat mematikan syaraf.
Sebaliknya Jika seseorang mampu mengendalikan pikiran dan perasaannya sehingga merespon segala sesuatu secara positif, maka otak akan mengeluarkan hormon Beta-endorfin. Hormon ini berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas, meningkatkan semangat dan daya tahan tubuh.
Bersikaplah positif, selalu ikhlas dan tersenyum, maafkanlah dengan tulus setiap perilaku orang yang tidak mengenakkan kita (karena ini hanyalah sebatas menjaga perasaan kita sendiri), hilangkan perasaan dendam yang selama ini masih ada…adalah kunci semua bahagia.
#bahagia
#positif
No Comments