27 Agu CATATAN MINI WORKSHOP AMRI BOGOR RAYA “STRATEGI JOIN BISNIS DAN INVESTASI (RITEL, NON RITEL)”
“Guru hadir saat murid siap”, itu salah satu kalimat yang saya sampaikan saat membuka acara Mini Workshop ; “Strategi Kerjasama Bisnis & Investasi (Ritel & Non Rotel) Asosiasi Masyarakat Retail Indonesia (AMRI) Bogor Raya, Sabtu 25 Agustus 2018 @Warung Soto Pak Broto, Suhu Wan Muhammad Hasyim, Owner 70-an Cabang Idolmart, founder AMRI.
“Ada peserta setelah acara menemui saya ingin belajar, saya kasihtahu acara ini, tapi ternyata tidak hadir”, jelas Suhu Wan mengamini apa yang saya sampaikan.
Suhu Wan membuka presentasi dengan perjalanan bisnis beliau ketika memulai sebuah toko kecil. Lalu terus berkembang dengan konsep franchise sebanyak 36 cabang selama tiga tahun. Dalam waktu singkat kemudian bangkrut karena beberapa faktor, diantaranya : dari sisi pengelolaan terjadi dead stock, dari sisi sistem belum siap.
Efeknya beliau menanggung hutang bisnis hingga satu milyar ke supplier. Belum lagi panasnya kuping karena diserang sana-sini oleh mitra/franchisee.
Belajar dari masa lalu beliau kemudian membangun bisnis Idolmart. Dengan tak lagi menggunakan pola franchise. Apalagi membuka cabang dengan sistem yang belum kuat. Maka pertumbuhan cabang di Idolmart di tahun awal sangat terbatas. Satu tahun hanya satu toko.
Putera asli Riau ini juga menjelaskan tiga jenis kerjasama bisnis : joint modal, business opportunity dan waralaba. Yang berkembang di Indonesia kebanyakan Business Opportunity yang diklaim sebagai waralaba.
Adapun syarat bisnis yang bisa diwaralabakan menurut Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Retail Indonesia (AMRI) ini : Pertama, memiliki keunikan bahkan Monopoli. Toysmart bisa cepat bangkrut karena tak memiliki Monopoli. Bagi yang ingin mendalami tentang Monopoli legal sebagaimana dimaksud beliau sila register di www.ritelnews.com.
Kedua, Keuntungan diatas rata-rata dan Terakhir, memiliki sistem. Dalam kesempatan yang ekslusif itu beliaupun sharing pengalaman ketika ditanya seorang. “Suhu Wan apa yang lebih penting sistem atau SDM ?” tanyannya. Jawab beliau SDM lebih penting. Kenapa bisa seperti itu ? nah itu khusus yang hadir yang tahu hehe …
Dari pandangan beliau setidaknya ada tiga jenis waralaba : 1) Franchisee aktif ; 2) Franchisee tidak aktif dan ; 3) Join Franchise.
Nah sebelum bicara mewaralabakan bisnis maka kita harus mengerti ciri-ciri bisnis itu bisa dikembangkan, menambah cabang dan seterusnya.
Pertama, omset rata-rata naik. Kalau omset tidak naik pasti ada masalah. Apa dari sisi promosi, SDM dan seterusnya.
Kedua, laba naik. Ketiga, kas bertambah.
Beliau kemudian membagi file excel terkait dengan akuntansi for business owner sebagai panduan untuk membaca keuangan bisnis.
Terakhir diantara yang beliau tekankan, saat akan diwaralabakan atau minimal mengundang investor pastikan business owner menekankan kepada ‘Siapa / Who’; bukan ‘Apa/What’. Jika kita salah pilih orang akan menyulitkan kita selanjutnya dalam perjalanan bisnis, terlebih ketika bisnis menghadapi ujian-ujian eksistensinya.
***
Di tengah acara kami dikejutkan dengan kehadiran Sekjen DPP AMRI, Bang Adjib Mada Winata didampingi Bang Muhaimin, alumni TFM AMRI 03. Alhamdulillah hingga beresnya acara beliau belajar.
Acara Mini Workshop di-moderatori bang Wakhyu Priyadi (CEO W-Mart, Pariaman Legenda, Soerabi Legenda) yang senantiasa mendapat inspirasi bisnis baru saat belajar dengan Suhu Wan. Peserta yang hadir selain dari Bogor ada yang datang sengaja dari Tanggerang bersama pasangan dan putranya.
Terima Kasih atas dukungan pengurus, admin AMRI khususnya AMRI Wilayah 1. Terima Kasih support panitia khususnya Non Marlina Raida dkk Superteam AMRI Caper Bogor. Terima Kasih kepada Warung Soto Pak Broto, Pempek Otslan dan Mimi Cici Cake selaku pendukung acara.
Sila share jika bermanfaat
Salam Lima Jari ✋
Bogor, 27 Agustus 2018
Gun Gun Ardiansah
Founder AMRI Bogor Raya
No Comments