01 Jun PASSIVE INCOME UNTUK MENGARUNGI SAMUDERA HADIST
Oleh : Nasruloh *)
Mulai melakukan perjalanan ilmu pada umur 16 tahun. Menemui 1.000 ulama yang tersebar di berbagai negri. Menghafal 300.000 hadist tanpa ada yang salah baik sanad maupun matannya. Siapakah dia? Darimana membiayainya?
Dia seorang yang sangat zuhud. Sulaim bin Mujahid mengatakan bahwa selama 60 tahun tidak ada orang yang lebih zuhud, pandai dalam fikih dan wara dari pada Imam Bukhari. Itulah sosok Imam Bukhari.
Bagaimana imam Bukhari membiayai seluruh perjalanan untuk mengumpulkan hadist? Bagaimana sang Imam membayar para asisten pribadinya selama perjalanannya?
Kita hanya mengenal imam Bukhari sebagai ulama hadist yang luar biasa. Namun banyak yang tidak tahu bahwa Imam Bukhari seorang pebisnis ?
Imam Bukhari membiayai seluruh perjalanannya dari keuntungan bisnisnya. Dia sebagai investor. Dia hidup dari passive income yang diperoleh dari investasinya.
Hartanya diserahkan ke pengelola dana, Imam Bukhari mendapatkan bagian dua puluh ribu dirham dimuka. Lalu beliau mengubah mekanismenya. Setiap bulan imam Bukhari mendapatkan passive income sebesar sepuluh dirham perbulan.
Melakukan perjalanan ilmu tapi tak mengganggu kehidupan keluarga dan para assistennya. Melakukan perjalanan tidak saja diharga dalam kapasitas ilmu tetapi juga keduniaanya.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Referensi:
60 Biografi Ulama Salam, Syaikh Ahmad Farid, Pustaka Kautsar, Januari 2008
No Comments