05 Mei MINIMARKET GAYA W-MART (Part 1)
Saat ini saya mempunyai 2 cabang Minimarket W-MART di daerah Cibubur yang dimulai sejak 4 tahun yang lalu. Tentu banyak suka duka dan lika-likunya, karena memang saya dan istri mulai usaha ini dari nol alias tidak tahu ilmunya.
Jadi wajar kalau dua tahun pertama banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapat. Saya tidak menyebutnya kegagalan.
Harapan saya semoga Abang dan Non yang bergabung di AMRI bisa belajar dari Suhu Wan dan mentor-mentor lainnya sehingga tidak perlu mengulangi lagi kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya.
Karena memang tidak mudah di luar sana menemukan mentor atau guru Ritel yang mau membagikan ilmunya dengan gratis. Kalaupun ada biaya seperti TFM atau seminar nasional, biayanya hanya untuk pengganti makan dan penginapan.
Jadi sayang sekali kalau selama kita bergabung di AMRI tidak bisa mengaplikasikan pelajaran yang sudah kita dapatkan.
Kembali ke awal pendirian minimarket, terus terang 2 tahun pertama saya memberikan kepercayaan penuh kepada kepala toko yang sudah berpengalaman sebelumnya. Sampai suatu saat saya kaget. Selama dua tahun pertama, Alhamdulillah jualan ramai tapi ternyata kok uangnya tidak ada? Kira-kira kemana ya?
Singkat cerita akhirnya saya coba cek inventory barang dan banyak sekali barang-barang slow moving yang tidak bisa terjual, menjadi dead stock dan akhirnya rusak.
Berangkat dari sini, Akhirnya saya dan istri memutuskan untuk mengelola langsung minimarket, karena memang juga ada perbedaan pandangan dengan kepala toko, akhirnya kepala toko tersebut secara sukarela mundur.
Perjalanan tahap kedua dimulai, saat itu saya masih belum gabung AMRI, karena belum terbentuk. Jadi masih bingung juga mulai dari mana, akhirnya mau tidak mau kita coba baca buku, masuk ke komunitas bisnis dan belajar dari jalur mana saja. Pelan-pelan kami mulai benahi sistem, SDM, pencatatan keuangan dan juga cara promosi.
Dan akhirnya setelah tahu ada AMRI, saya langsung bergabung karena memang inilah yang saya cari selama ini. Komunitas bisnis ritel yang langsung dibimbing oleh Suhu Wan yang sudah terbukti sukses mengembangkan Idolmart hingga 76 cabang.
Dari AMRI inilah akhirnya proses belajar saya lebih cepat, paham tentang ITO, mana barang yang slow moving, fast moving dan juga salah satu ilmu dahsyatnya adalah menciptakan keramaian.
Sebagai gambaran W-Mart Legenda Wisata berlokasi di Perumahan Legenda Wisata Cibubur dengan kurang lebih 6.000 rumah. Di kompleks ini ada 13 minimarket/toko/ritel dan W-Mart berdiri urutan nomor 8.
Kompetisi yang sangat ketat mulai dari Supermarket GS (Korea), Alfa, Alfamidi, Indomaret, dan toko lokal, sehingga kami dituntut mencari cara agar bisa menarik pelanggan.
Ideanya dari awal kita tentu ingin membuat monopoli sehingga persaingan menjadi tidak berarti, tapi karena sudah di tengah jalan akhirnya kami mencoba mencari layanan yang tidak disediakan kompetitor.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner W-Mart
Materi ini disampaikan pada seminar online AMRI Jember
No Comments