Social Links
AMRI | AYO BELAJAR KARAKTER DAN KOMPETENSI TERLEBIH DAHULU, SEBELUM…???
18836
post-template-default,single,single-post,postid-18836,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

AYO BELAJAR KARAKTER DAN KOMPETENSI TERLEBIH DAHULU, SEBELUM…???

Oleh: Adib Munajib *)

Mempelajari karakter dan kompetensi hewan jauh lebih mudah dibanding mempelajari karakter dan kompetensi manusia, karena karakter dan kompetensi hewan itu statis, tidak seperti manusia yang dinamis mudah berubah dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan.

Ada beberapa karakter manusia yang keras dan temperamental sehingga tidak mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan. Karakter keras dan temperamental berpotensi pada perpecahan, berbeda dengan karakter air yang berpotensi merekatkan.

Sebuah bangunan bisa berdiri kokoh karena ada air, sehingga benda-benda padat/keras, seperti; semen, batu bata, pasir, dll., bisa menyatu menjadi bangunan yang kokoh.

Ada beberapa karakter manusia yang seperti air sehingga mampu merekatkan berbagai jenis karakter manusia lainnya.

Samuel Smiles menggambarkan antara tahun 1776 s/d 1926, tema karakter masih dominan, seperti; disiplin, kejujuran, ketulusan, keberanian, integritas, kerendahhatian dan tanggung jawab.

Kemudian antara tahun 1926 s/d 1976 bergeser menjadi tema yang lebih tampak secara fisik, seperti; gaya hidup, penampilan, tampang, kekayaan dan kemampuan publik.

Hingga sekarang ukuran-ukuran kesuksesan seseorang masih diukur dengan hal-hal yang tampak secara fisik, seperti mengukur kesuksesan seseorang hanya dari sisi kekayaan harta bendanya saja (materalistis).

Seperti dalam persamaan akuntansi yang namanya kekayaan adalah hutang + modal. Jadi walaupun gaya hidupnya dibiayai dengan hutang produktif untuk modal usaha hingga hutang konsumtif untuk pembiayaan rumah, mobil, pakaian, dll., tetap diakui sebagai kekayaan.

Makanya untuk melihat kekayaan seseorang di jaman now sebaiknya melihat dari laporan keuangannya bukan dari penampilannya.

Banyak kasus hutang-hutang buruk yang menimpa teman-teman, menurut saya hutang itu buruk atau baik yang membuatnya adalah karakter dan kompetensi orangnya dalam mengelola hutang tersebut (sesuai prinsip man behind the gun).

Itulah alasannya kenapa kita harus belajar karakter dan kompetensi (2K) atau dalam bahasa Inggris disebut character and competency (2C).

Jadi sebaiknya membangun karakter dan kompetensi terlebih dahulu, setelah itu baru membangun hal yang bersifat fisik seperti bisnis dan usaha.

Sebab tanpa membangun karakter dan kompetensi terlebih dahulu, seberapapun warisan uang ataupun hutang yang diterimanya akan menguap begitu saja tanpa bekas.

Di AMRI kita bisa belajar bersama dalam membangun karakter dan kopetensi untuk membangun usaha dan keuangan yang sehat. AMRI bisaaa!!!

Salam 5 jari

*) Penulis adalah Coach AMRI dan Owner Kilau Mode

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment