30 Mar TERPURUK JADI TITIK BALIK
Tulisan bang Aas tentang Resiko Buka Toko Berbasis Hutang Bank membongkar pengalaman para Mentor AMRI untuk berbagi kiat merubah keterpurukan menjadi titik balik bisnisnya.
Menurut bang Hadi, mentor pakar di bidang pelayanan, keterpurukan itu bukan kegagalan. Hanya seperti orang yang terjungkal. Pilihannya hanya satu, segera bangun dan kembali bergerak.
Bang Adib, mentor pakar marketing retail, mengupas tuntas tentang makna titik balik. Menurutnya, titik balik adalah sebuah momen penting dalam kehidupan seseorang di mana mereka menemukan sebuah pencerahan melalui peristiwa-peristiwa dalam hidupnya. Membuat mereka bangkit dan berubah menjadi orang yang lebih baik serta menginspirasi orang lain.
“Seseorang tidak perlu terpuruk dulu untuk menemukan titik balik dalam hidupnya”, kata psikolog Alexander Sriewijono.
Titik balik kehidupan biasanya berkaitan dengan mental, sedang titik nol biasanya berkaitan dengan jumlah angka keuangan, biasanya hutang (alias minus) diubah menjadi nol lalu ke surplus keuangan.
Secara mental, bang Adib juga pernah mengalami titik balik, dimana keuangannya juga pernah minus lalu ke titik nol dan Alhamdulillah sekarang pada titik surplus. Yang penting hatinya jangan sampai kena titik beku kaya Putri Ana di film Frozen.
Apa yang membuat momentum menjadi titik balik?
Bang Adib menambahkan, menjadi titik balik bila mental kita sehat, kemudian sehat fisik dan menyusul keuangan/bisnis.
Kata bang Adib, “Selama teman-teman yang terbelit hutang, mentalnya masih sehat, masih antusias, penuh semangat, belajar dan praktek tiada henti alias melakukan perbaikan secara berkesinambungan, plus fisik masih sehat, Insya Allah yang lainnya bisa mengikuti.”
Lalu dalam kondisi apa kita bisa melakukan titik balik? Suhu Wan akan memaparkan dalam tulisan yang akan datang.
Salam 5 Jari
No Comments