30 Mar TITIK KRUSIAL PENGELUARAN UANG
Oleh: Nasrulloh *)
Uang keluar bukan sekedar buang uang tetapi:
1. Menjaga value bisnis dan kepuasan konsumen
2. Meningkatkan value bisnis dan kepuasan konsumen.
3. Meningkatkan volume kapasitas
value dan kepuasan konsumen.
Dengan filosofi ini, uang yang dikeluarkan menjadi pendongkrak bisnis kita. Ini yang harus ditanyakan ketika berniat, merencanakan dan membudgetkan pengeluaran uang.
Jadi titik krusial pengeluaran uang adalah saat merencanakan apa yang akan di beli. Bila ini sudah tuntas maka tindakan selanjutnya tinggal mekanisme pengeluaran uangnya.
Seandainya pengeluaran uangnya sudah benar, tetapi barang yang dibeli tak memberikan daya ungkit bagi perusahaan. Maka semuanya akan menjadi sampah saja.
Oleh karena itulah prosedur yang ketat justru pada saat penentuan apa yang akan dibeli, contohnya:
1. Mau buka toko harus ada study kelayakan.
2. Mau beli barang, harus tahu manfaatnya, spesifikasi, pemeliharaan, biaya-biaya lain yang timbul setelah pembelian barang.
Jadi kontrol krusial pada titik ini. Dari pemilihan suplier, barang, jangka waktu pembayaran.
Pemilihan suplier melalui tender, penunjukan langsung. Bila jumlahnya semakin besar maka pihak yang menyetujui atau approval pembelian akan semakin tinggi jabatannya.
Inilah cara mengamankan pembelian barang agar bisa menciptakan daya ungkit bagi bisnis kita.
Bila pada titik ini tuntas. Maka pengeluaran uang bisa didelegasikan ke bagian keuangan. Karena guideline nya sudah jelas didokumentasi persetujuan pembelian barang. Cara paling mudah, suplier harus mencantumkan rekening pembayaran di fakturnya. Sehingga saat akan bayar bisa di croscheck.
Kevalidan pembayaran bisa diperiksa dengan membandingkan antara dokumen rencana pembelian yang sudah disetujui, faktur suplier dan surat jalan, laporan penerimaan barang. Bila minimal keempat dokumen ini sama. Maka pembelian barang dianggap valid untuk dibayarkan.
Pembelian Barang Dagangan
Untuk itu titik krusial bukan bagaimana menjual barang yang sudah ada, tetapi saat merencanakan barang apa dan jumlahnya berapa barang yang akan kita beli untuk dijual kembali.
Bila sudah tepat rencana apa yang akan dibeli, maka energi untuk berfikir bagaimana cara menjual barang agar laris menjadi lebih sedikit energinya. Yang sering terjadi asal beli, lalu berfikir keras untuk menjualnya.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Materi ini disampaikan pada calon peserta Workshop AMRI Pekanbaru
No Comments