Social Links
AMRI | KEPUTUSAN HEBAT SANG PEMALAS YANG KAYA
18802
post-template-default,single,single-post,postid-18802,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KEPUTUSAN HEBAT SANG PEMALAS YANG KAYA

Oleh: Ahmad Ali Saefudin *)

Pernah suatu hari seorang kawan bimbang mengenai kegiatannya. Ia owner sebuah bisnis. Ia bimbang setelah semua pekerjaan bisnis telah dilakukan oleh karyawannya. Kini ia “nganggur” atau tidak sesibuk dahulu saat semua pekerjaan bisnis masih ia kerjakan sendiri. Dari saat buka toko sampai tutup toko ia kerjakan sendiri. Kini semua berjalan secara otomatis.

Pernahkah dengar seorang pemalas yang kaya? Bagaimana mungkin seorang pemalas menjadi kaya. Ternyata seorang karyawan di gaji karena waktunya. Jika sebuah usaha yang masih kita jalankan sendiri, semakin banyak waktu kita membuka toko semakin banyak hasilnya. Semakin sedikit kita membuka toko dan semakin sedikit kita bekerja maka semakin sedikit hasilnya.

Jika inginkan hasil banyak, maka bekerjalah lebih banyak. Buka toko sendiri setiap hari. Atau rekrutlah karyawan untuk menjaga toko dan bekerja setiap hari. Sehingga kita menjadi orang malas yang kaya.

Ternyata bukan persoalan malas atau tidak malas yang menentukan sukses dan tidaknya seseorang dalam mengelola usaha. Tapi keputusanlah yang membuat seseorang berubah. Keputusanlah yang membuat bisnis kita terus bergerak. Sebab banyak kita inginkan perubahan dan berkeinginan memiliki bisnis yang hebat tapi tidak pernah mengambil keputusan.

Sudahkah kita mengambil keputusan hari ini? Kita harus memulai segalanya dari keputusan. Keputusan untuk melupakan masa lalu yang buruk, keputusan untuk memiliki bisnis ritel, keputusan untuk membuka cabang yang pertama, keputusan untuk berhenti dari hutang buruk beralih ke hutang baik, keputusan untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, dan keputusan untuk bertindak saat ini juga.

Seorang pemilik bisnis boleh malas, boleh tidak sibuk tapi tidak boleh berhenti mengambil keputusan. Keputusanlah yang mendorong kita berubah lebih optimal.

Selamat pagi, selamat mengambil keputusan hebat.
Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor AMRI

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment