Social Links
AMRI | HIDUP MENGALIR TANPA TUJUAN (GOAL)?
18769
post-template-default,single,single-post,postid-18769,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

HIDUP MENGALIR TANPA TUJUAN (GOAL)?

Oleh: Adib Munajib *)

Kecepatan berpikir jauh lebih cepat daripada kecepatan dalam take action (praktek), begitulah kata sang mentor memberikan pencerahan. Jika kita telaah ternyata banyak juga ilmu yang belum dipraktekkan yang didapat dari para mentor dan guru.

Seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan istilah dalam dasar manajemen yang berkaitan dengan planning (perencanaan).

Hampir tidak ada mentor dan motivator yang setuju dengan konsep hidup mengalir apa adanya tanpa tujuan.

Kecuali ada beberapa pengusaha yang pernyataannya kontroversi, bahwa hidup itu tidak usah mempunyai tujuan, namun dalam kenyataannya para karyawan pengusaha tersebut yang dituntut punya rencana aksi (action plan), he he he. Itu artinya sama saja kan harus punya tujuan.

Banyak pernyataan para mentor dan motivator menitikberatkan hidup haruslah mempunyai tujuan, baik dalam bentuk mimpi-mimpi maupun dalam bentuk rencana aksi lainnya.

Sekurangnya ada dua istilah yang saya kenal dalam perencanaan yaitu ada istilah Goal Setting dan satunya istilah Goal Praying.

Goal Setting adalah sebuah proses yang bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas pekerjaan/kehidupan lalu mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

Teori __Goal Setting__ dikemukakan oleh Edwin Locke pada akhir tahun 1960.

Sedangkan teori Goal Praying saya kenal waktu ikut workshop Katahati Institute by Mas Erbe Sentanu, pengarang buku Quantum Ikhlas, ditengah boomingnya teori The Law of Attraction (LOA) by Rhonda Byrne penulis buku The Secret.

Berikut menurut Katahati Institute: Tidakkah kita lupa bahwa kita semua memiliki senjata. Senjata utama dari manusia yang disebut doa. Sadarkah Anda betapa hebatnya kekuatan sebuah DOA? Doa mampu menyelamatkan. Doa pun mampu mengubah takdir yang telah digariskan.

Goal Praying ini adalah tingkat lanjut dari Goal Setting. Dimana Goal Setting mengandalkan kekuatan diri sendiri, yang hanya tertanam dalam pikiran saja. Namun, begitu anda merubah goal anda menjadi Goal Praying anda telah menggunakan kekuatan anda dengan melibatkan kekuatan Tuhan untuk mencapai kesuksesan dan mewujudkan harapan-harapan Anda.

Tidak ada persoalan mau mengikuti pendekatan teori Goal Setting atau Goal Praying, yang jelas orang-orang sukses harus punya tujuan (goal) dan sasaran (objective).

Jika anda malas membuat goal, maka rekrutlah profesional untuk menyusunkan dan menjalankan goal dan objectivenya, seperti kata pengusaha diatas, hidup tidak usah mempunyai tujuan namun para karyawannyalah yang harus punya tujuan (goal) dan sasaran (objective).

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Kilau Mode

Tags:
,
DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment