01 Mar OTAK KIRI ATAU OTAK KANAN?
Oleh: Adib Munajib *)
Hingga sekarang masih dibahas fungsi otak yang dipisah-pisah (quotient), ini fungsi bagian otak kiri, yang ini otak kanan dan yang ini otak tengah.
Ada mentor dan teman yang bilang pakailah otak kanan saja kalau mau usaha, namun dalam prakteknya ketika usahanya nggak jalan akhirnya mikir juga alias otak kirinya yang dipakai.
Ada rangkaian kata yang menarik dari Bapak Manajemen Modern yaitu : “Dimanapun kamu melihat bisnis yang sukses, disanalah seseorang telah membuat keputusan yang berani”. (Peter Drucker).
Kata “keputusan” adalah hasil kerja fungsi otak kiri dengan cara melakukan brainstorming dalam problem solving dan kata sifat “yang berani” adalah hasil kerja fungsi otak kanan.
Saya pernah mengamati perilaku seorang CEO perusahaan ritel skala nasional, beliau jika akan memutuskan hal besar biasanya berkunjung ke tepi pantai sendirian, lalu disitu beliau berpikir menggunakan otak kirinya semalaman, sekaligus mengaktifkan otak kanan berinteraksi dengan alam suasana pantai.
Dari hal diatas, kesimpulan yang saya dapat adalah rangkaian kata “think than act” artinya mikir dulu pakai otak kiri baru setelah itu bertindak dengan otak kanan.
Bagi orang-orang yang jam terbangnya sudah tinggi, mereka bisa melakukan analisa kilat dalam otak kirinya sehingga tidak ada jeda dengan otak kanannya, alias sudah menjadi satu kesatuan otaknya bekerja dalam mengambil keputusan yang berani.
Jadi optimalkanlah fungsi otak sebagai satu kesatuan dengan motto think than act.
Salam lima jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Kilau Mode
No Comments