01 Mar KAYA, RUBAH MINDSET (Part 2)
Merubah pola pikir (mindset) pekerja menjadi pengusaha tidaklah mudah, tapi membutuhkan proses. Menurut observasi, pola pikir ini sudah terbentuk lama, turun temurun, kebiasaan dan membudaya. Secara historis, tidak luput dari bentuk warisan penjajah yang pernah mendiami tanah agraris ini.
Penguasaan tanah dan lahan perkebunan, pribumi dijadikan sebagai pekerja, tenaga kuli atau pun karyawan di perusahaan dan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hanya kaum tertentu yang bisa menjadi bangsawan, turunan raja (ningrat) yang dirangkul.
Ini terjadi mulai Belanda masuk ke Indonesia 1816 – 1942 (126 tahun) walau banyak pendapat mengatakan 350 tahun. Bisa dibayangkan pola pikir ini terus melekat sampai saat ini.
Maka tidak heran apabila banyak orang tua juga termotivasi menyekolahkan anaknya agar bisa diterima bekerja (mental pekerja) di perusahaan bonafit. Agar bisa di terima PNS, jadi dokter, masuk TNI, insinyur, dstnya. Tanpa disadari orang-orang tua juga menanamkan pola pikir ini kepada generasi penerusnya.
Akhirnya pilihan menjadi wirausaha pun minim sekali, apa yg menjadi dampak dari pola pikir ini?
Wirausaha adalah cikal bakalnya pengusaha, sementara pengusaha adalah cikal bakalnya berdirinya sebuah perusahaan. Maka sudah menjadi fakta saat ini, jumlah perusahaan pun minim sekali di bandingkan negara tetangga.
Akibat terburuknya adalah terbatasnya pemerintah menyediakan lowongan pekerjaan. Anggaran untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, begitu juga swasta, perusahaan yang tumbuh lambat dan masih minim sekali. Tidak mampu menerima pencari kerja yang tiap tahun terus meningkat.
Akibatnya banyak pengangguran, dengan kwalitas SDM yang rendah, sehingga berdampak pada meningkatnya kriminalitas, dstnya.
Namun muncul fenomena baru. Tingkat kesulitan ekonomi yang tinggi, dan tekanan ekonomi yang kuat, membuat orang harus berpikir keras, untuk bangkit dan keluar dari kesulitan ekonomi atau kesulitan hidup.
Dari sini muncullah, keberanian, kepercayaan diri, kemandirian, kreatifitas, dsbnya. Dengan kondisi tekanan dan keadaan tersebut, tanpa sadar mulailah terjadi perubahan pola pikir sedikit demi sedikit mengarah ke mindset wirausaha. Kemandirian ekonomi, kesejahteraan, dan kekayaan mulai dirasakan dan diraih. Ini dirasakan dan dialami beberapa pengusaha Indonesia (pribumi) yang sukses, seperti alm. Bob Sadino, DL. Sitorus, Chairul Tanjung, dll.
Untuk merubah mindset tidaklah mudah, sebagaimana tidak mudahnya seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan/pengusaha. Perubahan pola pikir (mindset) ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi melalui proses. Layaknya madrasah (sekolah) pembelajaran, ujian, dan naik kelas harus dilalui, tidak ada yang bisa potong jalan, langsung ujian atau naik kelas.
Maka berdasarkan sebuah riset dari majalah Forbes, untuk menjadi pengusaha dan sukses itu tidaklah mudah.
Bersambung…
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments