01 Mar TUMBUH TANPA HUTANG?
Tulisan ini hanya memaparkan obrolan Suhu Wan dan Bang Adib dalam sebuah diskusi di Telegram. Temanya bagaimana membesarkan bisnis tanpa hutang bank?
Pengalaman Bang Adib. Perusahaan besar selalu membangun bisnisnya dengan hutang bank. Banyak kasus, bisnis yang mengedepankan otak kanan dan hutang bank berakhir dengan kebangkrutan.
Menghindari fenomena di atas. Bang Adib di 2012 mulai menerapkan debt free living, yaitu gaya hidup bebas dari hutang, semua serba cash, ada beberapa hutang namun hanya hutang dagang saja.
Namun tanpa hutang membuat pertumbuhan bisnis menjadi lambat. Cashflownya sangat aman untuk membayar semua hutang. Namun untuk Ekspansi dan Investasi? Disini terjadi stagnan.
Ada pertanyaan bang Adib yang bisa dijadikan renungan. Apakah ada kiat-kiat lain untuk alternatif percepatan usaha selain memutar dari modal sendiri dan hutang dagang dari supplier?
Ataukah fokus berproses dari modal sendiri dan hutang supplier saja?
Suhu Wan memberikan kiat praktis. Jika bertemu orang yang tepat untuk dijadikan mitra (baik ikut aktif maupun pasif) bisa dipertimbangkan.
Bila saat ini toko milik sendiri. Untuk pengembangan bisnis bisa sewa dulu. Sewa 1-2 tahun saja. Stok barang bisa dari hutang datang. Dana yang ada gunakan untuk renovasi dan peralatan, pilih yang sederhana saja atau bangun sendiri.
Demikian ringkasan diskusi Suhu Wan dan bang Adib Munajib.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Ketua Dewan Redaksi dan Mentor Nasional AMRI. Owner Baksolahar
No Comments