Social Links
AMRI | PENGUSAHA DAN PERUSAHAAN BESAR TANPA HUTANG?
18668
post-template-default,single,single-post,postid-18668,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

PENGUSAHA DAN PERUSAHAAN BESAR TANPA HUTANG?

Oleh: Adib Munajib *)

Walaupun bergaya hidup tanpa hutang (debt free living), saya tidak alergi membahas hutang dan bank, jika berhutang yang produktif harus mempertimbangkan kaidah akuntansi DER (Debt to Equity Ratio) dan DAR (Debt to Asset Ratio).

Untuk bank, rekening bank konvensional saya gunakan hanya untuk kemudahan transaksi saja dan rekening bank syariah saya gunakan hanya untuk investasi seperti deposito, sukuk, reksadana, logam mulia, dll.

Berikut beberapa contoh pengusaha dan perusahaan besar tanpa hutang bank. Dan kisah Ciputra yang pernah hampir bangkrut terbelit hutang bank, yang saya rangkum dari berbagai media:

Dalam detikfinance Ibu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan dan pendiri Susi Air) bisa sukses tanpa bantuan hutang bank, bahkan waktu itu sudah punya 50 pesawat. Beliau hanya hutang dari family dan teman, menurutnya tanpa hutang dari bank beban lebih ringan, modal tanpa hutang bank meskipun nilainya tidak besar paling tidak bisa memulai usaha dengan baik.

Ciputra pernah hampir bangkrut, waktu itu hutangnya hampir US 100 juta, manajemen group Ciputra panik, Hanafi Lauw yang menggantikan posisi Ciputra sampai terkena stroke dan tidak pernah pulih kembali. Ciputra sangat terpukul, di kamar tidur, di meja makan, bahkan sampai mandi berlinang air mata tanpa disadari.

Berbagai cara dan skema ditawarkan Ciputra dan manajemennya untuk menyelesaikan hutangnya. Salah satu prinsip yang beliau ajarkan saat kesulitan bayar hutang adalah jangan menunggu sampai dicari, ditagih apalagi sampai diblacklist, tapi ditemui, dijelaskan kondisinya dan dicarikan jalan keluarnya bersama.

Berdasar data CNBC ada beberapa perusahaan besar yang tidak memiliki hutang pada neracanya, berikut daftarnya:
1. Apple.
2. Amazon.
3. Mastercard.
4. Cognizant Tech.
5. Forest Labs.
6. Dll., dalam data ada sekitar 22 perusahaan.

Untuk itu sebaiknya kita memperdalam akuntansi otak kanan di AMRI bila perlu ditambah manajemen keuangan otak kanan, sebagai dasar untuk pengambilan keputusan para pengusaha, kita belajar akuntansi dan manajemen keuangan otak kanan bukan untuk belajar melakukan proses pembukuan akuntansinya, namun belajar indikator-indikatornya untuk dasar pengambilan keputusan para pengusahanya.

Sebagai contoh ada istilah Dasboard Management dalam mobil, kita bisa tahu indikator kecepatannya, kapan harus menginjak pedal gas dan kapan pedal rem, hingga kita tahu juga indikator bahan bakarnya masih full atau empty (kosong).

Contoh dalam kesehatan ada indikator tensi, gula darah, asam urat, kolesterol, LDL, HDL, trigliserida, ginjal, jantung, dll.

Jadi sebagai pengusaha kita harus tahu indikator-indikator bisnis yang sehat melalui manajemen keuangan dan akuntansi otak kanan sebagai dasar untuk mengambil keputusan.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Kilau Mode

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment