13 Feb KONVERSI OTAK KANAN KE KIRI, DALAM BISNIS
Oleh: Nasrulloh *)
Saat baru dilahirkan, yang dominan adalah otak kanan. Tanpa pengetahuan, tanpa informasi, tanpa memahami sesuatu, mencoba saja segala hal yang diinginkan. Ketidaktahuan adalah kekuatan.
Setelah terus mencoba dengan jatuh bangun. Akhirnya berhasil. Ditemukan beragam kiat, cara, rumus dan prinsipnya. Disini dipahami pola, struktur dan sistem dari keberhasilan sebuah ujicoba. Semua ini ditaruh ke dalam otak kiri.
Masalahnya, hasil kerja otak kanan jarang sekali yang bisa disimpan di otak kiri. Sehingga kita tidak bisa menduplikasi, konsisten dan menjaga kinerja keberhasilan.
Semestinya ketika otak kanan membuat terobosan dan inovasi, semunya direkam dan ditularkan menjadi sebuah sistem operasional. Otak kanan hanya bisa memulai, tapi tak bisa menjaga. Seperti kata pepatah Cina. Banyak yang bisa memulai bisnis tetapi jarang yang bisa mempertahankannya.
Ketidakmampuan mengkonversi otak kanan ke otak kiri, membuat beberapa pelaku bisnis mengatakan bahwa bisnis dianggap sudah berjalan baik bila sudah menempuh usia 3-10 tahun.
Otak kanan membuat terobosan. Otak kiri yang menatanya. Otak kanan melakukan inovasi, otak kiri yang mengkonversikannya menjadi sistem.
Seperti kata Suhu Wan, keberhasilan bisnis sebuah perpaduan otak kanan dan kiri juga iman.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI
No Comments