02 Feb TITIK MONOPOLI BISNIS
Oleh: Nasrulloh *)
Semakin rumit, makin sulit ditiru. Ini salah satu teori monopoli yang digelorakan Suhu Wan. Lalu, pada titik mana saja monopoli bisnis itu bisa diciptakan ?
Titik monopoli terus berkembang seiring perjalanan waktu. Awalnya terfokus pada produk. Namun produk luar biasa, seperti Motorola, Kodak, Gerunding, tiba-tiba hilang dari peredaran setelah beberapa dekade meraih kesuksesan.
Titik monopoli kemudian berkembang pada bisnis proses internal. Bermunculan penerapan Total Quality Management (TQM), Six Sigma, Lean Sigma. Penerapan aplikasi MRP dan SAP.
Dengan cara ini perusahaan berjalan dengan sangat efektif dan efisien. Struktur biaya menjadi sederhana, tidak kompleks dan minimalis. Apakah ini cukup untuk menopang monopoli bisnis ?
Monopoli produk dan proses bisnis berkaitan dengan internal. Lalu, bagaimana menjangkau konsumen dan pasar yang luas ? Bagaimana menjangkau teritorial yang luas ? Bagaimana memuaskan konsumen dengan cara yang mudah dan efektif tanpa sumberdaya yang besar ?
Disini dibutuhkan monopoli bisnis model. Apa itu bisnis model?
Monopoli bisnis model harus menjawab beberapa pertanyaan ?
1. Siapa konsumen yang dituju?
2. Apa yang ditawarkan?
3. Bagaimana cara menghasilkan penawaran?
4. Mengapa model bisnis ini menghasilkan laba?
Segmen pelanggan, proposisi nilai, rantai nilai dan mekanisme laba, menjadi dasar model bisnis. Membuatnya mudah dipahami serta menjadi landasan dasar untuk menciptakan beragam monopoli di masa depan.
Monopoli bisnis ke depan akan mencakup 3 unsur. Yaitu monopoli produk, bisnis proses dan bisnis model.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI, Owner Baksolahar
No Comments