Social Links
AMRI | kebaikan, ritel, belajar ritel
kebaikan, ritel, belajar ritel
kebaikan, ritel, belajar ritel
18278
post-template-default,single,single-post,postid-18278,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KEBAIKAN TAK BERSYARAT Bagian 1

Oleh : Cucu Saepuloh

Dulu sekitar tahun 2010 an ketika saya belum terjun ke dunia bisnis ritel, saat itu saya masih menjadi seorang karyawan perusahaan swasta sering melakukan perjalanan mondar mandir ke daerah Purwokerto dan Banjarnegara Jawa Tengah.

Saat itu saya sering mendapat job keluar kota dari rekanan perusahaan telekomunikasi untuk memperbaiki genset rusak di BTS tower seluler yang sering kena petir.

Jadi bagi saya petir itu seakan membawa kebaikan dan rezeki, namun bagi perusahaan telekomunikasi petir itu seakan menjadi musibah dan masalah saja, makanya saat itu saya sering berdo’a agar sering turun hujan dan petir, sama mungkin orang yang bekerja di rumah sakit pun berharap banyak orang yang nabrak tiang listrik agar nantinya banyak yang di rawat he he…

Dalam melakukan perjalanan ke luar kota, saya seringnya naik angkutan jasa travel dengan alasan kenyamanan, karena langsung dijemput ke rumah dan nanti langsung di antar ke tempat tujuan.

Ada hal menarik yang saya temukan, setiap saya melakukan perjalanan entah itu naik travel A, B, atau C saat perginya atau pulangnya selalu saja sama mampir istirahat di salah satu rumah makan di daerah Ciamis, dan selalu di rumah makan itu.

Memang secara kualitas masakan di rumah makan itu enak, tempat parkir luas, toilet dan musholanya bersih, namun ada hal yang membuat saya penasaran mengapa hampir semua sopir travel itu istirahatnya selalu saja di rumah makan itu bukan di rumah makan lain, jangan-jangan sopir itu pada kena ‘guna-guna’ semua… begitulah dugaan yang ada dibenak saya saat itu.

Rasa penasaran itu selalu menghantui pikiran saya, pokoknya saya harus tahu apa alasan para sopir travel itu, yang selalu membelokkan setir mobilnya ketika lewat daerah Ciamis ke rumah makan tersebut, karena menurut saya ada yang janggal dengan kelakuan para sopir tersebut.

Suatu saat ketika saya melakukan perjalanan lagi, sengaja saya ambil tempat duduk di depan, pinggir Pak Sopir tujuannya ya jelaslah ingin mengorek habis itu kuping Pak Sopir, eh maaf maksudnya mengorek dengan tuntas alasan Pak Sopir selalu membawa penumpangnya untuk makan di rumah makan itu he he…

Untuk membuka perbincangan dengan Pak Sopir yang kebetulan usianya sudah separuh baya, saya mulai dengan berkenalan ngobrol ngaler ngidul sesekali bercanda tidak langsung ‘to the point’, bahkan saya bersabar dan sengaja ingin membuktikan lagi apakah nanti sesudah lewat daerah Ciamis akan dibelokkan lagi ke rumah makan itu oleh Bapak Sopir ini.

Ketika sudah memasuki daerah Ciamis, Pak sopir mulai melambatkan laju kendaraannya, mulai mengambil lajur kiri secara perlahan-lahan, lalu mulai menyalakan lampu sen kiri, matanya mulai melirik spion sebelah kiri, sesekali juga melihat spion belakang.

Jreng… jreng… jreng… setir mobil mulai dibelokkan dan yup benar, mobil mulai masuk tempat parkir rumah makan itu lagi dan wow! Ternyata sudah berderet juga puluhan mobil travel lainnya yang sudah duluan tiba di situ untuk istirahat sejenak.

Akhirnya saya beserta para penumpang lain beristirahat sejenak di rumah makan itu, makan dan sholat lalu menikmati suasana disitu walaupun rame tapi tidak mengurangi kenyamanan karena tempat duduk yang luas apalagi ditambah pelayanan yang ramah dari para pelayan di sana.

Sebelum saya lanjutkan cerita di atas, tentunya ada alasan mengapa saya angkat kisah itu, karena ada kaitannya dengan ilmu marketing yang saya pelajari dari Guru marketing dunia yaitu Seth Godin yang memperkenalkan konsep ‘Brand Generosity’.

Juga tentunya cerita diatas juga nanti ada kaitannya juga dengan strategi marketing yang terbukti telah berhasil dilakukan oleh Guru Ritel Indonesia Suhu Wan dengan berkembangnya Idolmart yang sampai akhir tahun ini genap menjadi 70 cabang.

Penasaran ingin tahu kelanjutan ceritanya dan bagaimana kaitannya dengan strategi marketing ala Seth Godin dan Suhu Wan?
Akan saya kupas dan lanjutkan dalam tulisan berikutnya, sabar dan tetap stay tune bersama AMRI.

Salam lima jari 🙂? AMRI.

*) Mentor Nasional AMRI tinggal di Bandung

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment