Social Links
AMRI | ritel,intuisi
ritel,intuisi
ritel,intuisi
18087
post-template-default,single,single-post,postid-18087,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

PERAN ‘INTUISI’ dalam Sukses BISNIS RITEL (Bagian 1)

Oleh : Arif Firmansyah *)

Tidak bisa dipungkiri perkembangan pengetahuan saat ini sangat pesat. Banyaknya hasil penelitian, akademisi dan pakar sains di semua bidang telah melahirkan pengetahuan yang selalu up-date sesuai perkembangannya. Pengetahuan adalah ilmu agar setiap langkah kita lebih berkualitas.

Namun ada suatu pengetahuan tanpa harus melewati proses analisis, eksperimen, telaah pustaka,dll yang memerlukan waktu lama. Dengan ini kita melangkah dan mengambil keputusan dengan tepat dan cepat. Tentu sangat berguna bagi siapa saja, sebagai pribadi maupun leader organisasi, perusahaan terutama owner bisnis ritel. Apalagi maraknya kasus toko ritel tutup, bahkan bangkrut menyebabkan was was bagi sebagian kalangan , nah disini diperlukan “tool” yang efektif sebagai landasan dalam mengambil keputusan dari berbagai pilihan.

Pengetahuan tanpa proses analisis itu namanya adalah “intuisi”.

Guru Besar Ritel kita SUHU WAN sekaligus Ketua Umum AMRI, selalu menggunakan “tool” ini, bayangkan saja dalam 10 tahun sudah ada 66 cabang idolmart dan terus melakukan ekspansi dan tanpa GAGAL.

Seperti Testimoni beliau tentang kesuksesan IDOLMART :

Suatu hari saya melakukan survey final untuk pendirian toko saya di daerah Cileduk Tanggerang yang sebelumnya sudah di survey oleh team saya. Secara “pikiran sadar” lokasi toko cukup strategis dan sesuai dengan kriteria standar lokasi yang telah ditetapkan, Jalan ramai, perumahan padat dan banyak pusat keramaian seperti sekolah dll. Namun setelah melakukan “visualisasi” di ruko saya memutuskan menolak lokasi tersebut dan meminta karyawan untuk mencari lokasi yang lain saja.

Karyawan saya yang semula yakin bahwa lokasi itu sangat strategis kontan bertanya pada saya kenapa lokasi itu saya tolak? Saya katakan ini karena “otak kanan”. Saat saya pergi dari situ saya sempat mendengar obrolan sesama karyawan, “Bingung saya dengan Pak Wan, kenapa tempat ini di tolak hanya karena otak kanan, wong tidak pakai otak saja tempat ini sudah pasti bagus”.

Visualisasi adalah salah satu teknik mengembangkan pikiran alam bawah sadar yang merupakan kunci keberhasilan saya dalam menentukan seluruh lokasi 66 toko yang saya buka dan Alhamdulillah tidak ada satu pun yang mengalami kegagalan. Sebelum saya belajar teknik visualisasi banyak sekali kesalahan yang saya lakukan dalam pemilihan lokasi (36 toko dari bisnis saya yang sudah bangkrut).

Nah..

Dari testimoni tersebut (setelah melakukan “visualisasi” di ruko saya memutuskan menolak lokasi tersebut ) saya menyimpulkan adalah kemampuan “Intuisi” beliau telah menjelma dalam visual.

Pengalaman saya menggunakan intuisi dimulai sejak mash SMP meski berbagai “saluran”, yaitu saat memilih SMA, lalu memilih tempat kuliah, memilih pasangan dan terakhir memilih JALUR BISNIS yang TEPAT. Dengan kemampuan intuisi ini kita tidak lagi terombang-ambing oleh SITUASI di luar, banyaknya refrensi yang kadang saling bertentangan, akhirnya membuat kita bingung dan salah dalam mengambil keputusan.

Sebelum penelitian yang dilakukan oleh para pakar, intuisi dianggap sebagai pengetahuan klenik. Intuisi dipandang sebagai anugerah istimewa yang diberikan hanya kepada orang-orang tertentu. Dalam pengertian klenik seperti ini, intuisi sama artinya dengan ilham atau wangsit.

Pemahaman berubah ketika intuisi mulai diteliti secara ilmiah. Banyak penelitian menyimpulkan intuisi bukanlah hal yang klenik. Menurut para pakar, sumber intuisi berasal dari pikiran bawah sadar manusia. Jika intuisi bukan klenik, melainkan dari pikiran bawah sadar manusia, lalu bagaimanakah mekanisme munculnya intuisi?

Next artikel….(Bagian 2)

www.ritelnews.com
http://t.me/ritelnews

Tags:
,
Suhu Wan MH
95ropi@gmail.com
No Comments

Post A Comment