Social Links
AMRI | Selamat jalan Eka Rahman, selamat jalan sahabatku
17217
post-template-default,single,single-post,postid-17217,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Selamat jalan Eka Rahman, selamat jalan sahabatku

Sesaat sebelum Almarhum Eka Rahman akan dibawa ke mesjid untuk disholatkan saya menyimak beberapa kata sambutan. Dari pimpinan wilayah Muhammadyah mengatatakan bahwa dia selalu aktif berdiskusi dengan Almarhum yang banyak memiliki pemikiran dan konsep-konsep untuk kemajuan ekonomi umat, Almarhum juga aktif di dalam organisasi terutama di bidang ekonomi. Ketua RW setempat mengatakan Alhmarhum selalu menjadi pemrakarsa kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan dimana dia tinggal termasuk sangat aktif dalam pembangunan mesjid disana.

Almarhum memiliki banyak kegiatan sosial dan selalu siap untuk membantu dimana saja seperti dalam sekitar 1 bulan terakhir dia beberapa kali langsung ikut mengantar bantuan untuk korban longsor di pangkalan (perbatasan Provinsi Sumbar- Riau) yang sempat jalannya terputus. Bahkan seminggu terakhir seminggu sebelum masuk ke Rumah Sakit karena tensi yang tinggi dan pecah pembuluh darah, beliau membantu para pedagang kaki lima lemang (ketan yang dimasak di dalam bambu) yang dilarang untuk berjualan di pinggir jalan Sudirman Pekanbaru. Beliau berjuang maju ke Pemda dan anggota Dewan sampai Alhamdulillah para pedagang yang jumlahnya cukup banyak bisa berdagang lagi.

Hari Jumat tanggal 24 Maret dia seharian masih aktif bekerja termasuk mengajar di kampus, beliau selain pengusaha memiliki banyak kegiatan, saat setelah zikir selesai sholat Magrib kepalanya terasa berat karena tensi darah yang tinggi. Setelah dirawat selama 8 hari pas saat azan Isya pada hari Sabtu tanggal 1 April 2017 dia menghembuskan nafas yang terakhir, dipanggil untuk menghadap Allah Yang Mahakuasa.:sob::sob:

Selain teman satu angkatan di Fakultas Ekonomi Universitas Riau, pergaulan saya dengan Almarhum sangat dekat, dia ke rumah saya saat ke Jakarta dan selalu bertemu jika saya pulang ke pekanbaru. Almarhum juga sebagai member EU (enterpreneur university) bahkan sempat menjadi pengelola (EO) EU Pekanbaru dimana saya sebagai mentor yang rutin mengisi pelatihan ke Pekanbaru. Almarhum selama 4 tahun menjadi pengasuh bincang bisnis di Radio RRI pekanbaru dan kadang-kadang mengundang saya untuk wawancara on air. Sebagian besar kegiatan yang beliau lakukan itu banyak bersipat sosial dan ibadah termasuk memberi seminar-seminar dan pelatihan di kampus.

Saat AMRI berdiri Almarhum langsung mengatakan siap menjadi militan untuk menjadi admin wilayah 3 (AMRI Sumatera), sebelum sakit beliau masih aktif di Telegram dan berdiskusi. Saat saya mendengar beliau meninggal saya langsung pesan tiket dan berangkat jam 3 subuh dari rumah di sentul ke bandara naik pesawat paling pagi untuk mengantar terakhir kali beliau ke pemakaman:sob:

Saya bertemu dengan Ibunda Almarhum yang terlihat tabah walau ditinggal anak pertama dari 7 anaknya,
“Ibu masih kenal saya?” saya bertanya karena sudah sangat lama tidak pernah bertemu dan saat saya kenalkan nama saya spontan dia menjawab,”Oh iya Wan dari Jakarta, Eka sangat sering bercerita”.
“Ibu yang sabar ya, Insya Allah Almarhum sangat aktif dalam kegiatan-kegitan yang sangat mulia untuk sosial dan ibadah selama saya kenal dengannya”, kata-kata saya.
“Terima kasih Nak, Eka mirip dengan Almarhum ayahnya yang selalu membantu orang lain, semoga amal Ibadahnya membawa dia mendaptkan tempat yang mulia di sisi Allah” jawab sang Ibu sambil meneteskan air mata.:sob::sob::sob:

Saya bertemu isteri Almarhum, Kak Ona (member AMRI Juga), bertemu ke-2 putra Almarhum yang juga sangat terlihat sangat tabah walau kehilangan orang yang sangat mereka cintai. Saya berbicara dengan putra tertua mendiang yang masih sekolah di pesantren kelas 3 SMP,”Kapanpun membutuhkan sesuatu silahkan hubungi Bapak ya”. Saat sholat jenazah bahkan Halim, nama anak tertua Almarhum inilah yang langsung menjadi imam untuk mensholatkan jenazah ayah tercintanya.:sob::sob::sob:

Saya kehilangan salah satu sahabat terbaik saya, AMRI dan kita semua kehilangan salah satu pejuang jihad AMRI yang sangat militan. Selamat jalan sahabatku, selamat jalan Bang Eka Rahman. Semoga Allah membalas semua amal ibadahnya selama ini.:sob::sob::sob:

Wan MH

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment